Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika yang paling berkuasa bersama

Ketika yang paling berkuasa bersama

“Akan hidup bebas, bersenang-senang, berdamai dengan kenyataan, tinggal denganku, bermain denganku dan kita bahagia selamanya.” “Apa yang katakan Ella? Tentu saja aku akan menggali,” “Menggali? Menggali apa?” tanya Ella bingung. “Kuburan.” Luna menyeringai. “akan ada dua Kuburan!” DEG! Ella membulatkan matanya saat mendengar jawaban Luna. Sebelum tersenyum pada Luna, “mau ku bantu?” tawar Ella. “Tiga kalau begitu.” jawab Luna, kemudian keduanya saling Tos satu sama lainnya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai find out kuburan
Baca
+Pustaka
Berhenti Mengejarku, Pangeran!

Berhenti Mengejarku, Pangeran!

Kael menopang tubuhnya erat agar tidak terjatuh ke tanah. Sementara itu, angin yang berembus dari dasar jurang membawa aroma busuk yang menusuk. Kael menatap ke bawah sekali lagi. Kini ia mengerti mengapa Aruna sampai pingsan. Tempat itu bukan sekadar lokasi pembuangan. Melainkan kuburan massal yang selama ini tersembunyi dari siapa pun yang melintas di hutan tersebut. “Vernon!” Kael memanggil Varian menggunakan nama samarannya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai find out kuburan
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Tega sekali dia menyakiti hatiku sedalam ini. Meskipun aku tak tahu Bah dikuburkan di mana, tetapi lokasi kuburan di kampung ini hanya dua. Jadi, tak payah mencari kuburan Bah ada di mana. Jika tidak ada yang di hulu, tinggal pergi ke hilir. “Jahat betul Abang becakap macam itu.” Aku menghapus air mata yang jatuh ke pipi.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai find out kuburan
Baca
+Pustaka
Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Begitu dia selesai berbicara, Lucy Liu memutar matanya dan membantahnya: "Mengapa tidak masuk akal? Aku pikir itu sangat masuk akal! Suzy harus dimakamkan di makam leluhur!" Setelah berbicara, dia menatap putranya, "Benar kan, Robert?" Simon Calvin juga mengerutkan kening dan menatap Robert Calvin. Ditatap oleh keduanya, Robert Calvin berkata perlahan: "Kalian tidak perlu khawatir tentang ini, aku sudah menemukan kuburan yang cocok di luar, dan pemakaman akan diadakan besok." Ketika suara itu jatuh, Simon Calvin menghela nafas lega.
9.34.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177.3K kali sebagai find out kuburan
Tampilkan Ulasan (1893)
Baca
+Pustaka
Ina R Ina R
...... sangat senang membaca novel ini syangny hanya sdikit iklan yg bisa d buka untuk bab berikutnya bisa d tambah lagi gak ya karena untuk membeli bonus/koin sya awam atau gaptek tentang teknologi sruh suamiku untuk bayar ngambek terus minta d hapus sja novelny kl byar smntara sya suka baca .........
robertcalvin871
syabas, semoga bisa terus maju karyanya. bagus... sekali pun nama yg di sebut welly jadi wei wei..kkadang, Robert/Rob masih bisa di pake.. Untungnya kami sdh terbiasa dgn nama² watak hero di dlm buku novel yaa.. hehe kami nggak pusing penting jalan ceritanya mantap! nggak tergantung. Terbaikk.. ...️ ...
Baca Semua Ulasan
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

(1)Penyucian (2)Semacam keranda untuk membawa mayat ke kuburan, biasanya berbentuk menara dari bambu yang dihias kertas warna-warni. Semakin tinggi kasta yang meninggal, maka bade-nya akan semakin tinggi. (3)Pekuburan
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai find out kuburan
Baca
+Pustaka
Jin Qorin, Sang Kembaran Jiwa

Jin Qorin, Sang Kembaran Jiwa

Kata Paramita. Bayu kembali ke kamarnya. Dia mengambil ponselnya yang tergeletak di meja nakas samping ranjangnya. Bayu menelepon Burhanuddin melaporkan tentang mayat Balita yang dikuburkan di bawah pohon kamboja di pekuburan keluarga di Bantul, Yogyakarta secara detil. Setelah itu dia tidur seharian. *** Sementara itu di kamar Dina.
9.315.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai find out kuburan
Baca
+Pustaka
Harapan Cinta Sang Ceo

Harapan Cinta Sang Ceo

Ia meyakinkan hatinya kalau dirinya harus sembuh. Hingga saat kedua kakinya sudah menapak ke bagian tangga kecil yang menghubungkan ruang tamu dengan ruang tengah. Ia lalu mendengar obrolan kedua orang tuanya yang sedang bersantai, mereka tengah menonton tv dengan volume suara yang dikecilkan. karena merasa obrolan mereka berdua terdengar mencurigakan. Jonathan pun menghentikan langkah dulu. “Ya Ma! Papa tahu. Jangan sampai deh! Jonathan kepikiran membongkar kuburan Karina dan Azka. Karena memang di dalam kuburan itu tidak ada mayatnya,” ucap pak Kayren.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai find out kuburan
Baca
+Pustaka
CALON MERTUAKU

CALON MERTUAKU

Gila aja, udah berapa kali aku dipakai, baru dia bahas apa aku ingin ada di sisinya atau nggak. “Kamu lihat dulu.” Dia menujuk ke arah kuburan. Oke ada nisan dari kayu, semen yang mengelilingi beberapa kuburan. Aku mulai menghitung. “Satu, dua, tiga, empat, lima, enam.” Lalu aku terdiam. Kok, banyak banget kuburan di tengah hutan?
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai find out kuburan
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Ia kemudian menundukkan kepalanya untuk melihat tumpukan lumpur di kakinya yang baru saja digali dan bahkan para dewa terlalu malas untuk beresonansi, dan sudut mulutnya sedikit berkedut. "Saya menghabiskan lebih dari setengah bulan menggali tiga puluh enam kuburan sendiri—dan ia kebetulan menemukan 'mayat khusus'?" Eduardo bergumam dengan nada yang hampir keluar dari tubuhnya, lalu duduk dan memeluk "anjing pencium" itu. "Si Abu-abu Kecil, ayo kita pergi. Di sana, di Red Tide—setidaknya di sana lebih hangat."
9.67.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai find out kuburan
Baca
+Pustaka
Seribu Pintu Sindukala

Seribu Pintu Sindukala

“Kuburan ayahmu bukan di Sadajiwa, melainkan di Samara. Kami menguburnya di sana.” Raesaka, yang juga tidak mau berpaling dari Nawasena, mendengar rekaman itu dengan jantung berdebar. Bunyi detaknya mengingatkan Raesaka pada bunyi ujung cangkul Sarbini dan Sadeli (tukang gali kubur kembar), yang sore kemarin menggaruk permukaan tanah di bawah pohon beringin di permukiman Samara. Permukiman itu sudah diberi garis polisi, dan tembok-tembok yang runtuh bertambah banyak.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai find out kuburan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status