Kesempatan Kedua
Setelah hening sejenak, suara di seberang telepon kembali terdengar, “ekhm, begini pak Sam.”
“Samudera,” potong Sam.
“Maaf?” Suara Agni kembali terdengar.
“Panggil saya Samudera, Sam, jangan pakai embel-embel ‘pak’! Bisa?!” Tanya Sam lagi.
“Oh, bi-bisa pak, eh Sam.” Ucapan Agni dari seberang sana kembali menerbitkan senyum lebar pada bibir Samudera.
“Jadi, ada apa Agni? Tidak mungkin kamu menelepon saya karena merindukan saya, kan?”
Hot Chapters