BATARI
Tatapannya turun sekilas ke leher Batari, ke kulit yang merinding tanpa sebab.
“Kalau kamu ngerasa aneh… panggil aku,” kata Freya, pelan.
Batari menahan napas. “Iya.”
Freya pergi tanpa menunggu.
Freya bergerak cepat sepanjang hari, seperti sedang dikejar sesuatu yang tak kasatmata. Ia menumpang kendaraan penduduk menuju kota, menarik uang tunai dalam jumlah besar di bank, lalu menyewa teknisi untuk memasang listrik. Ia memesan stok makanan, air galon, obat, dan tenaga pembersih untuk mengusir debu puluhan tahun dari rumah itu. Semua harus selesai sebelum senja.
인기 회차