Jagoan Kampung Merantau Ke Kota
Keningnya mengernyit, sementara wajahnya sendiri tampak bimbang.
“Dua orang, Tum. Kalau satu, okelah, itu ajudan kamu. Nah yang ini, dua atau tiga. Kalau pun ada yang aku ingat, salah satu di antaranya, rambutnya agak gondrong.”
“Gondrong?”
“Iya, gondrong, agak panjang, dan dikuncir, diikat ke belakang.”
Widya membantah. “Sedari tadi aku tidak melihat ada cowok yang rambutnya gondrong di sekitar kita.”
Bab Populer