Budak Kesayangan Sang Tiran
“Sekarang, di mana kita akhiri ini? Oh ya, aku ingin memperkenalkan kalian pada hadiah kecil dariku. Giselle.”
Dari balik bukit, sesosok wanita muncul. Giselle, dengan gaun hitam dan senyum penuh kemenangan, berjalan mendekat dengan anggun. Di tangannya, sebotol kecil berisi cairan merah gelap.
“Xylas,” sapanya manis, “sudah lama tidak bertemu. Aku merindukanmu.”
Xylas mendengus, meski kesakitan. “Giselle. Pengkhianat tak tahu malu.”