DENDAM
Menguar bau amis, bau amis darah.
Mataku menelusuri seisi kamar, kamar Alia nampak rapi, namun berbau amis darah.
Rasa penasaranku,l semakin menarik, kemudian aku berjalan menuju nakas.
Kutarik laci mejanya, betapa terkejutnya aku.
Alia, begitu banyak ia memiliki berbagai mata pisau yang sangat tajam-tajam.
Kutarik laci kedua, aku semakin syok. Banyak foto Alena.