Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Luna duduk di tengah, tepat di antara aku dan Arjuna. Dia seperti matahari pagi yang bersinar terlalu terang, celotehannya tentang museum Louvre dan croissant Paris memenuhi ruangan yang biasanya hening ini.
"Sumpah ya, Pa, cowok-cowok Paris itu overrated," cerocos Luna sambil mengoleskan selai stroberi tebal-tebal ke rotinya. "Ganteng sih, tapi ribet. Masih mending cowok Indo kemana-mana."