Pernikahan Penuh Luka
Aku butuh sesuatu yang bisa mengalihkan pikiranku, dan pekerjaan rumah adalah pelarian yang paling aman.
Aku melangkah ke dapur dan mulai berkutat dengan peralatan rumah tangga. Mulai dari mencuci piring semalam yang belum sempat disentuh, menyapu lantai, sampai memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci. Tanganku bergerak cepat, mencoba mengejar waktu. “Mumpung Arka masih tidur,” gumamku dalam hati, “aku harus segera membersihkan rumah dan masak.”