Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
Namun bayangan masa lalu terus muncul, senyumnya, amarahnya, kelembutannya, juga dinginnya tatapan… semua begitu jelas, seolah baru terjadi kemarin.
Entah berapa lama, rasa kantuk akhirnya menyeretku dalam tidur.
Dalam mimpi, aku kembali ke rumah yang pernah menjadi milik kami berdua.
Ada tawa, ada air mata, ada cinta… dan juga luka yang mengoyak.
Samar-samar, aku merasakan langkah seseorang masuk ke dalam tenda.
Langkah itu ringan… tapi terasa begitu akrab.