Dewa Iblis Gerbang Neraka
Dari kehampaan, dari dimensi-dimensi yang diciptakan oleh ilusi sendiri, muncul hujan bilah-bilah tipis—setiap tetes bukan air, tetapi cahaya yang membelah.
Setiap ilusi, setiap klon, setiap lapisan bayangan… hancur. Satu demi satu, seperti lukisan air yang disiram hujan deras. Riak cahaya patah. Dimensi runtuh. Dunia ilusi pecah seperti cermin dihantam palu.
Para Immortal terdiam.
Beberapa jatuh berlutut. Yang lain hanya bisa menatap kosong, wajah mereka pucat seperti abu.