ISTRIKU SERING MENANGIS
tekan Rindu kembali membuat emosiku berapi-api.
Wanita ini mulutnya tak bisa diam, aku jatuh saja dianggap menyusahkan.
"Kamu, tuh ...." ungkapku terputus. Tiba-tiba Anika menghampiriku.
"Ini hukuman untuk kamu, jadi tak perlu berharap untuk sembuh, " ungkapnya membuatku geram.
"Pergi kalian! " tekanku kesal. "Ardan saja yang di sini bersamaku, " sungutku kesal.