Menikahi Papa Karyawanku
Di sana, di atas meja kayu yang menghadap jendela, Jihan duduk tegak, memegang pulpen ungu dengan semangat menggebu.
"Ayo kita mulai," ujar Cakra sambil mengeluarkan selembar kertas berpinggir bunga dari map dokumen.
Jihan menulis perlahan, huruf demi huruf kecil dengan ejaan yang belum sepenuhnya rapi. Cakra dengan sabar mengeja kata-kata yang sulit, sesekali membenarkan posisi tangan Jihan agar tulisan lebih lurus. Setelah beberapa menit, surat itu selesai
Hot Chapters