Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Dia selalu membuka gelung rambutnya di atas panggung. Kira-kira dua dekade yang lampau, ada sinetron populer di salah satu stasiun televisi swasta yang bertajuk Tuyul dan Mbak Yul. Dalam sinetron itu, ada raja tuyul yang namanya Kentung. Postur raja tuyul ini tinggi besar dengan perut buncit. Dari situlah Yanto menyandang nama panggilan akrabnya. Bahkan anak-anak di kampung pun memanggilnya Cak Kentung.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai kepala buntung
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Suci

Pendekar Pedang Suci

Banyak prajurit yang penasaran dengan hal tersebut berkumpul di depan gerbang menimbulkan kerumunan yang cukup besar. Kasim Bao tak kalah penasaranya dengan kegemparan itu dan melihat apa yang sedang terjadi. Namun, rasa penasarannya membuatnya menyesal karena begitu dia sampai di depan gerbang, yang pertama dia lihat adalah sebuah kepala tanpa tubuh. Bola mata kepala tersebut melotot ke arahnya, membuat bulu kuduk Kasim Bao berdiri seketika. 'Ke-ketua Hong!' "Turunkan kepala itu!"
9.9122.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai kepala buntung
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Khoirul N.
Selamat malam, Maafkan penulis yg tidur terlalu lama hingga naskah ini baru up lagi. Jika terasa aneh atau berbeda, maklumin ya. Semoga besok bisa up lagi~ terima kasih bagi sesiapa yg mungkin menunggu cerita ini dilanjut.
Pek Siansu
saran saya buat pembaca. jgn prnhbacq buku yg bab nya 1 per hari. kalian akan kecewa karna tdk akan tamat. alias putus di tengah jalan. kemudia buku yg berseri alias trilogi atau apa. sebab belum tamat yg satu saja sdh sok nulis judul lain. akhirnya tdk kompeten
Baca Semua Ulasan
Pendekar Pedang Mirabilis

Pendekar Pedang Mirabilis

Tindakan bodoh kalau bersembunyi di dalam rumah. "Aku ingin bertemu dengan kepala kampung," kata Banga. "Adakah di antara kalian yang ingin menjelaskan?" Banga tidak mengenal kepala kampung, tapi bisa dibedakan dari pakaian ningrat yang dikenakan. Di antara mereka tidak ada yang memakai emblem istana. Banga tidak akan teperdaya jika kepala kampung berpakaian pendekar atau prajurit, karakter pemimpin congkak bisa dibedakan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai kepala buntung
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai kepala buntung
Baca
+Pustaka
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

"Apa engkau tidak salah melihat, apa benar orang-orang sakti seperti Ki Rangga Galih, Windu Saketi dan Ki Jaran Palon yang hendak kita minta bantuannya telah menemui ajal dengan cara mengenaskan seperti itu?" Senopati Gagak Panangkaran rangkapkan kedua tangan bungkukkan badan lalu menjura hormat. Selanjutnya dia menjawab. "Ampun gusti adipati. Keadaan yang terjadi disana memang demikian. Saya hanya menemukan bagian tubuh tanpa kepala milik kakek Windu Saketi membusuk di belakang rumahnya. Seorang gadis aneh mengaku berjuluk Penyair Sinting mengatakan pada saya bahwa kepala kakek Windu Saketi tergantung di bawah pohon kapuk bersama dua kepala tokoh penting lainnya." Terang laki-laki itu seada
98.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai kepala buntung
Baca
+Pustaka
Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut

“Aku ini tunangan kakakmu, Andro. Dan kamu… kamu baru saja…” Suaranya terputus. Dia tidak sanggup melanjutkan. Andro menundukkan kepala, menutupi wajahnya dengan satu tangan. Napasnya berat.
10986 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai kepala buntung
Baca
+Pustaka
Dewi Ambigu

Dewi Ambigu

tanya Paman itu. "Iya benar. Aku Dewi Ambigu cucu kakek Wasis!" ucapnya bangga. Meskipun sang kekek sudah meninggal. Setidaknya dia adalah tokoh yang cukup di kenal warga. "Ooh ... Pantesan kamu hebat! Rupanya cucu Wasis!" celetuk bapak itu lagi, "Perkenalkan Aku Guntur. Kepala pembangunan gedung ini. Sekarang kamu habiskan singkongnya dulu. Baru setelah ini bapak akan meminta tolong!" ucapnya kemudian.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai kepala buntung
Baca
+Pustaka
Putra Putri Bunga

Putra Putri Bunga

Namun apa yang Monika katakan tadi memang benar, dia harus melakukan sesuatu, Arga sudah menitipkan gadis itu padanya. *** Seonggok buntalan selimut berada tepat di tengah kasur queen sized yang bantal gulingnya acak-acakan. Dari ruangan yang remang-remang karena cahaya mentari yang tak diizinkan masuk itu tampak samar terlihat rambut panjang berantakan yang menyembul keluar dari celah kecil di buntalan itu. Ketukan pintu yang tadi ramai terdengar kini sudah senyap, langkah kaki ribut beberapa orang kini menghilang. Perlahan buntalan itu terbuka, membuat gadis di dalamnya menghembuskan napas lega. Sulit dipercaya penampakan kacau balau itu adalah sosok sama yang disebut-sebut sebagai tuan pu
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kepala buntung
Baca
+Pustaka
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Mereka tak lain adalah Minak Hijau, Tuba Lilin dan Pancah Ungu. “Keke Minak, Keke Tuba, Pancah Ungu? Kau sudah kembali?” Sunan hendak beranjak duduk dengan mengangkat tubuhnya, tetapi bagian kepalanya masih terasa berputar. Hingga membuatnya sedikit oleng. “Tenangkan dulu dirimu, Nanzu. Kau terlalu lama pingsan, makanya kepalamu terasa sedikit pusing.”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai kepala buntung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status