Sistem Aura (Infinity)
dan yang terpenting pancaran dua bola mata.
Namun, entah bagaimana yang semula pandangan mereka ditujukan sebatas rasa penasaran dan waspada beralih menuju ketidakpahaman mengenai masing-masing tatapan yang mendadak saja diterjang sensasi aneh—bukan aneh secara buruk—, perasaan yang tak biasa; semacam nuansa impresif ... manis lagi menyejukan. Ya, keduanya merasakan hal serupa yang irasional. Magnetis dan menyegarkan.
Kael berpaling muka, kembali fokus pada kerumunan pengunjung pub Bawah Tanah ini, “Katakan padaku, kalau setiap konsumer akan kamu gunakan teknik komunikasi seperti itu.”