Suami Warisan
Kim Heo Jun membalas jabatannya ditambah dengan membungkukkan badan dengan takzim, “Oh, Sarah Sajangnim, Anneyong hashimnikka? Selamat datang! Kim Heo Jun imnida.”
“Hai, Heo Jun-ssi, can you take us to the hotel? It’s freezing.”
“Sure, sure. Let’s get on to the bus! This way, please…!” Heo Jun yang fasih berbahasa Korea, Inggris dan Indonesia itu memandu rombongan dari Indonesia menuju sebuah minibus mewah yang akan mengantar mereka selama berada di Seoul.
“Rik, jadwal kita hari ini ngapain aja?” tanya Sarah yang kelihatannya pucat ketika mereka duduk bersebelahan di dalam minibus yang hangat.