Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ifat

Ifat

Bab 148: Tanpa Kata Cinta ** Suasana pagi yang ramai di kawasan pusat kota Bandar Baru. Jalan raya dipenuhi aneka macam kendaraan. Sementara itu, di kantor cabang sebuah bank syariah, suasana juga mulai menggeliat dengan kedatangan beberapa nasabah yang bermaksud menyelesaikan kebutuhannya terkait perbankan.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai kotoba bab 14
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Disitu tertera sebuah tulisan. "SEJARAH HANCURNYA WIBAWA PARA DEWA." Jaka membaca judul bab itu dengan tubuh bergetar. Entah kenapa tiba-tiba sesaat setelah matanya membaca judul bab itu, Jaka merasakan aura panas dan hangat mengalir dari matanya ke seluruh tubuh. Dan tanpa disadari oleh Maharani dan Ratu Ambarwati, Jaka merasakan sekujur tubuhnya dingin dan menggigil. Padahal sebelumnya dia merasakan aura panas.
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 343 kali sebagai kotoba bab 14
Baca
+Pustaka
KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

Bab 41 Numpang hidup "Nanda, kamu itu ya bener-bener kelewatan!" sungut Ibu yang tiba-tiba berapi-api. "Ada apa tho, Bu? Tiba-tiba kok marah-marah gak jelas?" Aku seketika terkejut mendengar ucapan Ibu yang tiba-tiba meninggi. "Kamu itu numpang ya disini! Inget itu, jadi setiap kamu ada uang sebaiknya bantu-bantu membeli kebutuhan rumah! Jangan sampai punya uang buat sendiri!"
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 820 kali sebagai kotoba bab 14
Baca
+Pustaka
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Setelah kondisi tubuhku pulih, aku pun kembali menjalani hidup seperti biasa. Aku makan, minum, bahkan bepergian ke berbagai tempat bersama Wita kalau ada waktu luang. Namun, sepertinya aku terlalu meremehkan sifat ambisius Rani. Suatu hari, saat aku baru saja turun dari pesawat, Wita yang sedang memegang ponselnya itu tampak cemas, "Bu Kiara, menurutmu apa yang akan Rani lakukan untuk membuat onar lagi?"
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai kotoba bab 14
Baca
+Pustaka
Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Catatan Penulis: Pengumuman Penting: Kepada seluruh pembaca setia, saya memutuskan untuk melakukan reboot atau menulis ulang cerita ini mulai dari Bab 1. Saya merasa alur sebelumnya sudah semakin tidak jelas dan terlalu melenceng jauh dari tujuan serta inti cerita yang ingin saya sampaikan. Saya ingin mengembalikan intensitas konflik antara Aiko dan Hiroshi sesuai dengan janji awal sinopsis: sebuah perjuangan martabat dan penebusan di atas ranjang yang dingin. Terima kasih atas pengertiannya, dan selamat menikmati versi baru yang lebih emosional dan tajam.
826 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kotoba bab 14
Baca
+Pustaka
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Ngilu banget pas Hamin dari jauh bisa ngerasain dinginnya takhta batu yang diduduki Haneul lewat sisa ikatan kawat mana mereka! TAPI TUNGGU DULU GUYS! Di detik-detik akhir Bab 149 tadi... DADA BESINYA HAMIN MENDADAK MEMERCIKKAN SETRUM UNGU DAN JANTUNG ASLINYA BERDENYUT PELAN SATU KALI ("DUG")! WAAAAH, APAKAH INI TANDA-TANDA KEAJAIBAN BIONIK BAKAL TERJADI DI BAB 150 BESOK?! 😭🔥
619 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai kotoba bab 14
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Pemuda di seberangku ini sedang menjual mimpi dengan ketenangan seorang sosiopat murni. Aku membiarkannya menyelesaikan kalimat terakhir tentang proyeksi kuartal pertama sebelum mengambil alih. Ujung pena perak di tanganku mengetuk keras permukaan meja kaca. Satu ketukan tajam yang memotong sisa gema suaranya di udara. "Pasal empat belas B." Nada suaraku meluncur tanpa suhu. "Klausul exit strategy."
9.468.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kotoba bab 14
Baca
+Pustaka
Menjadi Tawanan Tuan Muda

Menjadi Tawanan Tuan Muda

Bab 14 Lila mematung di dapur, tangannya gemetar saat menyeduh teh chamomile pesanan Jonathan. Aroma bunga yang menenangkan itu sama sekali tidak membantu meredakan badai di dadanya. Kalimat Jonathan—“Tidak perlu menggantinya, santai saja denganku”—terus terngiang. Umpan yang ia lakukan telah berhasil, namun rasa mual justru mengaduk perutnya.
1016.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai kotoba bab 14
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status