Breakfast at Midnight
“Great. The food is ten! Kalian tidak akan menyesal!”
Restoran ini dihiasi dengan dinding mahagoni, meja bulat yang sudah dilengkapi dengan taplak putih berpasangan dengan kustom kursi makan tanpa lengan bewarna merah maroon di bagian tengah restoran, di sisi kanan di instalasi sofa kuris makan bewarna hitam berhadapan untuk mereka yang ingin mengobrol lebih secara privat, chandelier yang cantik tergantung di empat sisi ruangan. Sangat klasik, mengingat ruangan ini dulunya ialah klub catur. Setelah memesan makanan, obrolan pun mulai dibuka,
“So, gimana cedera kaki-mu, Winston? Tanya Stefan sambil menikmati Vodka tonik-nya.
Bab Populer