Langit & Mega
Langit tidak menjawab pertanyaanku, dia malah menggaruk tengkuknya.
Bingung mungkin, ya?
Ya, bagimana dia tidak bingung kalau memang niat dari awalnya dia mau modus.
"Kutuan?" ucapku sambil menunjuknya, Langit menatap ke arahku dengan ekspresi yang aneh. "Garuk-garuk terus abisnya," ucapku sambil cengegesan.
"Engga, kok."
"Lo nggak mungkin nginep kan?" Setelah beberapa lama aku bertanya kembali. Memecah hening.