여기 like water와 관련된 22개의 소설이 있습니다. 일반적으로 like water와 같은 이야기는 Romansa, Fantasi 및 Young Adult 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Hati Suamiku, Milik Pujaan Hatinya부터 시작해보세요!
kata Yun Wuji, mengarahkan pembicaraan kembali ke jalurnya.
"Air itu tak berwujud dan tak berbentuk," jelas Yun Wuji. "Jika kau menuangkan air ke dalam cangkir, ia akan menjadi bentuk cangkir itu. Jika kau menuangkannya ke dalam teko, ia akan menjadi bentuk teko itu. Air bisa mengalir atau pecah; ia fleksibel dan tenang." Ia mendemonstrasikan hal ini dengan mengisi cangkir dengan air lalu mengocoknya hingga menciptakan riak-riak di permukaannya sebelum air kembali tenang.
“Syifa, lakukan seperti yang biasa kamu latih. Dan apakah kamu bisa… mendatangkan kabut untuk menghalangi mereka?” ucap Jaka tanpa sedetik pun berpaling dari jalan.
Dipa keheranan mendengar permintaan ayahnya. Mendatangkan kabut? Kabut merupakan salah satu fenomena alam di mana uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi mirip awan. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban menjadi seratus persen. Jadi, bagaimana caranya gadis itu bisa membuatnya?
Rasa segar dan sejuk langsung menyapa raut wajah Arjuna. Tatkala bulir-bulir air telah merayap membasahi tiap permukaan kulitnya yang berwarna sawo matang. Ia tampak sangat menikmati sensasi kesegaran yang dirasakannya itu. Hingga membasuh mukanya berkali-kali dan hal tersebut membuat kontur rahangnya yang oval semakin terlukis jelas oleh air.
Sharon segera menyodorkan air mineral botol yang ia beli sebelum bel masuk.
“LO INGET BU SARAH?” Teriak Gideon spontan.
Sharon reflek menutup mulut Gideon karena sungguh suara Gideon hampir menyaingi bunyi microphon bapak kepala sekolah.
Sharon tak kalah kaget sebenarnya. “Lo… kok bisa ingat sama Bu Sarah???”
“Gak tau… sumpah gue kira gue doang yang inget bu Sarah.” Jawab Sharon.
Cling
Splash splash
Perempuan bersurai putih dengan tubuh mungilnya itu melesat cepat ke arah robot berzirah kuning. Dia mengacungkan tangannya ke depan, menarik napasnya dalam-dalam sebelum meluncurkan tornado air.
“Argh!”
Aredel berteriak kencang, seiring dengan derasnya air yang menyerupai tornado itu. Robot besar berbadan besi itu diam, tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah terkena hamparan air tersebut.
Gadis ini begitu cantik, mata sembabnya tidak bisa mengurangi kecantikan alami yang dimiliki gadis ini, ia sempat tertegun.
"Air selalu menyesuaikan dirinya di manapun ia berada. Air akan mengalir dari atas ke bawah mengikuti arus sungai. Jika ia di panaskan maka ia akan mendidih, jika ia berada di suhu yang begitu rendah maka ia akan membeku. Dan jika ia tempatkan di berbagai macam bentuk wadah, maka ia senantiasa mengikuti bentuknya." Eleanor berkata dengan lembut sambil menatap Lily.
ujar Mas Wira pada kasir.
Aku tercengang mendengar pesanan Mas Wira. Apa-apaan, masa di tempat es krim kek begini dia pesannya air mineral sih? Aku menatap wajah Mas Wira yang ternyata memang tidak bercanda. Dia benar-benar memesan air mineral dong! Aku hanya bisa bersedekap sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.
Ssssh ....
Suara air shower menyala.
Membasahi tubuh yang kini hanya diam mematung. Merasakan dinginnya air yang mengalir dari kepala sampai sela-sela jari kaki. Merilekskan pikiran yang sedari tadi bekerja. Mencoba untuk menenangkan hati yang sudah dicoba untuk ditenangkan.
Pikiran selalu mengatakan 'tidak apa-apa' tetapi hati tidak bisa menerima pendapat tersebut.