Gairah Sahabat Suamiku
Pinta Lio.
Lili tersenyum kecil, meski tak berani menatap langsung. "Katakan apa?"
"Yang tadi," bisik Lio. "Yang kamu bilang sebelum aku keluar dari persembunyian aku di balik pintu."
"Yang mana?" tanya Lili dengan nada polos, tapi matanya memancarkan rasa malu.
"Yang kamu bilang, kamu merindukan sentuhan aku," jawab Lio sambil mempererat pelukannya. Napas hangatnya menyapu kulit leher Lili, membuatnya merinding halus.