Main Cantik
Lily beranggapan, dia berhibernasi.
Setelah dirasa semuanya aman, Lily beranjak keluar menuju teras rumah. Tujuannya tak lain adalah untuk duduk di ayunan besi. Setelah itu ia mengeluarkan ponsel untuk mencari nama Romy, kakak satu-satunya yang ia miliki saat ini.
Tak lama setelah memencet tombol panggilan, nada sambung terdengar, dan di angkat.
"Assalamu'alaikum, Kak Romy," sapa Lily terlebih dahulu dengan suara agak parau karena sedari tadi kebanyakan menangis.