Kisah Para Penggetar Langit
Setiap saat angin menghembuskan bisikanmu
Setiap malam bintang meminjam cahaya matamu
Setiap pagi mentari meminjam kecerahan wajahmu
Jika orang berkata, maut kan memisahkan,
Bahagialah, karena bagiku maut kan mempertemukan
Sampai nanti, ku tunggu kau di ujung jalan
Tempat telaga kesukaanmu
Tempat dimana kau suka memetik bunga Tho
Dan berlari mengejar kupu-kupu
Sampai nanti kita bertemu kembali
Mata Khu-hujin berbinar-binar. Ia menangis terharu, lalu tersenyum simpul ketika Cio San menyanyikan lirik ‘tempat telaga kesukaanmu, tempat dimana kau suka memetik bunga Tho, dan berlari mengejar kupu-kupu’.
الفصول الرائجة