Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat
Kehilangan ini terlalu besar, terlalu menyakitkan, dan akan terus terasa sepanjang sisa hidup mereka.
Tangisan mereka bukan sekadar isak pelan, tetapi jeritan hati yang kehilangan. Mereka menangis bukan hanya untuk Rendi yang telah pergi, tetapi juga untuk masa depan yang tidak akan pernah dia alami, untuk mimpi-mimpi yang terputus di tengah jalan. Para sahabat Rendi berdiri mematung, mata mereka juga dipenuhi air mata, seolah tidak percaya bahwa Rendi yang ceria dan penuh semangat kini hanya tinggal kenangan. Mereka merasakan kehampaan yang tak bisa dijelaskan, sebuah lubang besar yang kini ada di tempat di mana Rendi pernah berdiri di antara mereka.