Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Driving Me Mad

Driving Me Mad

umpat Daffa sadar sembari mengejar gadis itu. . Shine benar-benar tak percaya apa yang baru saja ia dengar. Ternyata memang tak sia-sia Shine datang ke Singapura. Akhirnya ia mengetahui sesuatu. Dengan jelas ia dapat melihat dan mendengar bagaimana demi seorang Mikaela, Daffa bertengkar dengan kakaknya, Darren. Baru kali ini Shine melihat Daffa mencengkeram seorang Darren.
9.939.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.6K fois en tant que mad max series
Read
+Librairie
Mama Muda

Mama Muda

Jadi begitu ya? "MAAAS!" ***
1023.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 459 fois en tant que mad max series
Read
+Librairie
Misi Legenda Pedang

Misi Legenda Pedang

Light Megamagma] AAAAAAHHHHHHH!!!!
9.929.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.2K fois en tant que mad max series
Read
+Librairie
RACUN UNTUK MADUKU

RACUN UNTUK MADUKU

RACUN UNTUK MADUKU BAB 3 Kepulangan Mas Ilham Aku menyiapkan sarapan seperti biasa. Membuatkan nasi goreng kesukaan Rendy dan juga telur mata sapi. Disaat aku tengah mengaduk nasi yang ada di wajan. Suara ponselku terus saja berbunyi. Aku hanya menoleh sekilas. Lantas kembali fokus pada nasi yang hampir matang.
18.7K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 562 fois en tant que mad max series
Read
+Librairie
Sentuhan Dahsyat Dokter Midas

Sentuhan Dahsyat Dokter Midas

Matanya tajam. Midas tanpa sepatah kata pun langsung masuk ke dalam mobil. Pintu tertutup rapat, mesin menderu, dan iring-iringan bergerak meninggalkan jalan sepi menuju rumah sakit. Di sepanjang perjalanan, tak satupun pengawal berbicara. Wajah mereka kaku, penuh kewaspadaan, seolah membawa sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar seorang dokter.
102.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 85 fois en tant que mad max series
Read
+Librairie
Maduku Sahabatku

Maduku Sahabatku

Mozhaf menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, stir menjadi sasaran kekesalannya. "Sial.. maunya apa orang itu?" Gumamnya saat mengingat telepon dari orang suruhannya. "Halo ada apa?" Tanya Mozhaf panik. (Bos, laki-laki ini tetap tidak akan membuka mulut, sebelum di sediakan uang dua miliar.) "Gila... Bagaimana dia bisa berpikir begitu?"
1014.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 441 fois en tant que mad max series
Read
+Librairie
Secret Agent Maddox

Secret Agent Maddox

“Pakai ini, supaya kamu terus bersemangat.” Maddox mengecup dahi Apple dalam-dalam. Mampukah mereka merengkuh hidup seperti dulu? Konflik ini terasa jauh dari kata akhir. ** Mustang yang kini Maddox cat ulang dengan warna merah itu parkir di tepi jalan, Las Vegas Strip. Dengan langkah cepat, pria itu menuju ke tempat Jimmy berada. Beberapa petugas keamanan yang bekerja di kasino terlihat mengenal dirinya, mereka menyapa dengan nada biasa.
1013.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 322 fois en tant que mad max series
Read
+Librairie
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

Kemudian ponselnya dibanting ke atas sofa. Aku terkikik geli menyaksikan drama yang diciptakan oleh maduku itu. Pasti nanti setelah Mas Dewa pulang akan ada drama kedua. Perlahan aku menghampirinya yang masih terlihat gusar. "Eh, ternyata barang pesananku sudah datang. Waaah, bagus-bagus banget ternyata!"
9.6289.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 6.7K fois en tant que mad max series
Read
+Librairie
Neraka untuk Maduku

Neraka untuk Maduku

Aku mengejar penjelasan dari mereka berdua. "Hoooh, tidak tau? Istri macam apa kakak ini?" Indah bicara dengan nada sinis. "Hutang Mas Aris di Papa hampir dua Milyar." "Hutang apa?" Aku semakin bingung. "Mas tertipu," ucap Mas Aris lirih. "Maksudnya?" "Leo menawariku join usaha dengannya, aku kemudian mengajak teman yang lain untuk bergabung, karena bagi hasil yang ditawarkan cukup besar."
106.4K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 140 fois en tant que mad max series
Read
+Librairie
MADU DARI MERTUA

MADU DARI MERTUA

Sahabat baiknya yang disiapkan untuk menjadi madunya. [Hallo] [Assalamualaikum, Fani.] [Wa'alaikumsalam.] Sabrina terus menangis. Mobilnya pun semakin tak terkendali. [Sabrina. Sabrina, kamu kenapa?] [Apa malam ini aku bisa menginap di rumah kamu?] Tangis Sabrina pun semakin pecah. Fani pun mulai khawatir dengan keadaan sahabatnya yang mulai terdengar tidak bisa mengontrol dirinya.
1022.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 850 fois en tant que mad max series
Read
+Librairie
Dernier
123
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status