Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Mata Embun terbuka saat mendengar pintu kamarnya diketuk, padahal ia sangat mengantuk. Wanita itu menyingkap selimut dan turun dari ranjang, menyeret langkah dengan malas menuju pintu. "Mas Lintang," ujar Embun dengan mata yang malas terbuka, "ada apa?" lanjutnya. "Embun masuk rumah sakit, dia diare," kata Lintang membuat mata wanita itu terbuka sempurna, rasa kantuknya lenyap seketika.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Miss Montok

Miss Montok

“Ehm ..., ada beberapa bundel dokumen sepertinya nggak ada, Mat.” Dahi Mamat berkerut. “Aku nggak masuk ke sana, Bu. Suwer deh, nggak bohong!” Dia menunjukkan dua jarinya tanda bersumpah. “Iya, Mat, aku yakin kamu nggak bohong. Kalau ada OB lain yang lihat, tolong kasih tahu aku, ya?” Mamat mengangguk. “Siap, Bu!”
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 427 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
MADU Titipan

MADU Titipan

Kutepis tangan wanita yang tak tahu diri itu. "Ih, sakit, Mbak!" Ia mengusap tangannya. "Loh, Mbak belum tahu?" tanya Mawar. Ia memasang badan dan membusungkan dada, menghadapiku. Berusaha melawan. "Tahu apa? Tahu goreng? Tahu bacem apa tahu isi?" Aku tak mau kalah.
8.77.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Impian Keluarga Bahagia

Impian Keluarga Bahagia

"Pergilah ke neraka, orang aneh berambut panjang!" Matthew melemparkan sebuah pukulan. Ini adalah pukulan yang mampu mendorong karung pasir besi seberat tiga ratus kilo bergerak mundur setengah meter. Pukulan itu bahkan bisa meledakkan hujan yang turun di sekitar saat itu. Sam mendongak tanpa menghindar sedikitpun. Sama seperti sebelumnya, dengan lembut dia berhasil melepaskan sebuah pukulan.
8.81.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73.9K kali sebagai mat tumbuk
Tampilkan Ulasan (275)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Dear, Ruby ...

Dear, Ruby ...

Aku lupa. Hottentotta Tamulus = Kalajengking paling mematikan To be continued,
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Lemari Mencari Tumbal

Lemari Mencari Tumbal

Kata Otoy dengan raut wajahnya yang sedikit marah. “Tampan apaan, kulit hitam, mata merah, bertanduk dan punya ekor, tampan dari mana coba? Kamu itu lebih mirip cicak negro bertanduk yang lagi sakit mata tahu!” Kata Sukma. “Eh, kamu ini ya…” “Eh sudah-sudah, kok jadi berantem ih, ga enak tahu, nanti kalau Eyang kebangun gimana?” Kata Maya.
1010.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Tak Cukup Satu Lauk

Tak Cukup Satu Lauk

Tanya mamak. "Mamak bukalah tudung saji itu" "Tumis kul?" Mamak menautkan kedua alisnya. "Iya mak, tahu goreng juga" "Ish jijik betul aku makan tumis kul ini, tak masuk ke dalam perutku Laila" Nada mamak meninggi.
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

Tia lalu mengambil sepotong kerupuk dan menggigitnya. Kerupuknya keras dan alot. "Bahkan kerupuknya juga bantet." Tia menambahi kegagalan masaknya hari ini. "Seumur hidup Kakak nggak pernah masak, Dek. Dadar telur aja kalau dibalik, hancur. Eh, tiba-tiba mau langsung bikin nasi uduk komplit. Pantes aja gagal total." Tia menertawai dirinya sendiri.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

Suara beberapa ekor burung gagak pun terdengar mengitari mereka. Marwoto diminta untuk menggali lubang. Setelah di rasa cukup, Darman akan memasukkan sisa tulang belulang ke dalam lubang sambil membaca mantra. Tiba-tiba, sesuatu tanpa wujud merampas tulang belulang yang sudah terikat. Jantungnya berdegup kencang dan keringat dingin mengalir di dahinya. Ekspresi wajahnya berubah menjadi cemas dan khawatir. Terselip rasa takut meski sudah berulang kali melakukan ritual tumbal, dia merasa dirinya seperti mangsa yang ditargetkan oleh entitas tak terlihat.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

Terlihat Ambu tampak celingukan. Dia menyambangi setiap ruangan. Ayu yang melihatnya pun keheranan, dia menghampiri sang mertua. “Ambu, cari apa?” tanya Ayu sambil ikut celingukan. Ambu mendesah. Dia duduk di kursi ruang makan. Sesekali memijat lututnya yang mulai sakit. Cari pembantu kamu, Yu. Sedari pagi tidak kelihatan. Katanya ke pasar, masa sampai jam segini gak juga kelihatan, tutur Ambu membuat Ayu tersenyum hambar.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status