Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Begitu tusukan dicabut, Taskara tergeletak tak bernyawa. ”Taskara!” teriak Matag sambil melompat tinggi di udara. Dia menerjang beberapa prajurit Pulungpitu. Dalam keadaan melesat di udara, Matag mencabut pedangnya. Tubuhnya meluncur cepat ke arah Bremara dengan ayunan pedang akan membelah kepala! Dengan sikap tenang Bremara menyongsong lawan dengan tusukan tombaknya. Bahkan ketika diketok, tombak itu dapat memanjang lagi. Sehingga siap mendahului untuk menusuk perut lawan.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Kata-kata Kolonel Yudha terdengar seperti gema kejayaan yang memenuhi benak Ian, memberikan gambaran tentang sejarah dan kekuatan yang terkandung dalam tombak tersebut. Kolonel Yudha menjelaskan bahwa Tombak Bambu Mpu Endog memiliki keunggulan yang luar biasa. Ketika dilempar, tombak tersebut memiliki tingkat akurasi yang mencapai 99%, dengan target utama adalah bagian jantung lawan. Selain itu, tombak ini juga memiliki kutukan yang membuat luka akibat tusukan tombak tersebut tidak akan sembuh.
1042.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Surga Reinkarnasi

Surga Reinkarnasi

Setelah mendekati perangkap yang ia pasang, hidung harimau raksasa itu bergerak-gerak, seolah mencium bahaya, membuatnya ragu untuk mendekat. Namun, beberapa buah kering di perangkap itu memiliki daya tarik fatal bagi harimau raksasa tersebut. Buah kering itu dibeli Su Xiao dari toko serba ada di ibukota—namanya Matatabi. Matatabi adalah buah kering unik di dunia One Piece. Di dunia nyata, ada tanaman dengan efek serupa, yaitu catnip. Meskipun penguasa Gunung Corvo ini sangat besar, ia tetap tidak bisa melawan naluri alaminya sebagai hewan felin. Matatabi benar-benar tak tertahankan bagi spesies kucing.
10857 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

ucap wanita bertopeng. Wanita itu kemudian mengambil sesuatu dibalik jubah panjangnya yang berwarna hitam, sebuah cambuk merah dengan mata pisau tajam di ujungnya. “Hahaha, sudah kuduga, kau Si Cambuk Beracun dari perguruan Tapak Racun,” Ki Cokro kembali tertawa, dia segera mundur 40 depa, berikut dengan semua tubuh tiruannya.
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

Puluhan prajurit Mataram mengepung sesosok bertubuh hijau yang cukup besar dan kuat, yaitu Hulk van Winkle. Hulk menghajar puluhan prajurit Mataram seperti melempar dedauan, tenaganya begitu kuat, pasukan Mataram tidak ada yang mampu menghadapinya. “Minggir semua!” teriak Lembu Sora sambil maju menerjang.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Air terjun Pangkung! *********************************************************************
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

TAMAT . TAMAT
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 393 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

bisik pria tua itu Tangan pria itu menunjuk ke arah utara, ke sebuah bukit kecil yang menjulang seperti gundukan bumi yang dipenuhi batu. “Bukit Tengkorak dulunya adalah tempat pertapaan, tapi kini hanya dikenal sebagai sarang Bunggul Balung. Puncaknya... di sana mereka membangun benteng dari kayu dan batu. Tak ada yang berani mendekat lebih dari seratus tombak dari bukit itu.” Dewa Maut mengangguk. Dia meminum kopinya hingga tandas. Rasa pahit kopi itu kini terasa manis di lidahnya, karena dia telah menemukan tujuannya.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Planet Suryakanta dan Ke-5 Kapita Almiya

Planet Suryakanta dan Ke-5 Kapita Almiya

ujar Naya celingukan melindungi kepalanya, membayangkan makhluk raksasa, mungkin seukuran Mayura atau kurang dari itu. Sunam hanya tertawa kecil. “Coba lihat ke depan, Nay.” Dari kejauhan, terdapat ladang yang ditanami dengan tanaman mirip kelapa, ukurannya tiga kali lebih besar dari kelapa yang biasa ada di bumi. Namun, tidak hanya itu. Tak jauh dari ladang tak berpagar itu, seekor Matos besar berperawakan mirip sapi melangkah pelan, mengincar salah satu dari tanaman itu. Dengan taringnya yang cukup tajam, ia berhasil menumbangkan salah satu di antaranya lalu memakan dedaunan dan buah yang ada, mengunyahnya seperti permen karet. Rahangnya pasti sangat kuat, termasuk taringnya. Melihat semua
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

Cocok untuk bikin foto mesra yang nanti dipakai memanasi Susi. Tujuannya tentu supaya Susi makin marah dan merajuk. Kalau sudah begitu mas Ragil akan panik setengah mati. Dan, di situlah kesempatanku memberi tekanan lebih pada kesepakatan hitam di atas putih. Jangan salahkan jika aku jadi mirip mafia, Mas! Kamu yamg memulai, maka aku memberi arah permainan. Katanya di sini ada berbagai taman. Diantaranya taman Air, Mawar, Perancis, Bali, Labirin, Palem, Jepang dan taman lainnya. Pasti semuanya indah.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status