Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mata Batin

Mata Batin

Bara Sang Pengembara Bab 14 Sang Raja terbatuk-batuk mengeluarkan cairan hijau dari mulutnya. Uhk! Uhk! "Saatnya pembalasanku!" ucap Bara lantang. Membuka mata perlahan. Bola mata Bara berubah menjadi merah. Merasakan kekuatan lain dalam tubuh. Tangan terangkat. Sebuah bola kecil keluar dari telapak tangan, berputar-putar kencang.
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 593 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Sang Menantu Terkuat

Sang Menantu Terkuat

Cambuk yang terbuat dari duri tanaman mematikan milik si botak mampu di tahan oleh Haven hanya menggunakan dua jari saja. Setelah menangkap dengan kedua jadinya, Haven tersenyum tipis. Hal berikutnya, dia menarik cambuk itu ke belakang hanya menggunakan dua jari yang mengapit ujung cambuk. Dengan tendangan yang kuat, Haven mengirim pukulan dengan kakinya ke arah perut saat si botak terayun bagai kapas yang terkena angin. BRUKK!!! Si botak terpental dan tubuhnya membentur dinding. Suara dentuman membuat seolah pabrik kecil yang memproduksi teh hijau itu mengalami gempa kecil.
7.1103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Menuju Matahari

Menuju Matahari

Apa cinta memang selalu membuat mata melihat yang tidak-tidak? Wisnumurti bergerak makin mendekati Tandapati. “Siapa kau?” tanya Tandapati. “Oh, aku kenal kau. Ada tanda-tanda Gunung Cakrabuana dalam dirimu...” Wisnumurti berhenti, dua tombak dari tempat Tandapati berada. Lalu warna nyala api di tubuh pria itu berganti. Dari kuning terang menjadi merah. Dan sepertinya, jilatan api menjadi lebih mirip api unggun yang biasa digunakan untuk menghangatkan diri atau membakar daging hewan buruan.
9.526.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 787 kali sebagai mat tumbuk
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Heran sekali laki-laki segagah dan segentle ini tidak mau menikah. Sepuluh menit kemudian martabak keju pandan jagung spesialnya, sudah ada di depan mata. Sementara Pandu memesan martabak kit kat green tea oreo. Dengan semangat empat lima, Keira langsung menyantap martabaknya. Tanpa Keira sadari, Pandu terus saja memandanginya. Pandu merasa ada yang aneh dengan cara Keira makan. Adik iparnya ini mirip seperti orang yang tiga hari belum menyentuh makanan. Pandu sampai merasa kenyang hanya dengan memandangi adik iparnya ini makan.
1091.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Hal itu sebagaimana lirik lagu yang berbunyi: Laju sepeda kumbang di jalan berlubang Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang Banyak polisi bawa senjata berwajah garang Bapak Umar Bakri kaget apa gerangan ‘Berkelahi Pak’ jawab murid seperti jagoan Bapak Umar Bakri takut bukan kepalang Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Kompor mini menyala, siap untuk membakar udang, cumi, dan hidangan laut lainnya. Justin telah membeli seafood segar dan ikan gurame dari pedagang. Kali ini, Alina dilarang memasak. Justin memintanya beristirahat di tenda sambil mendengarkan musik kesukaan. Alina hanya tinggal menikmati, karena Justin akan memanggang semuanya sendiri. Ikan yang sudah bersih diolesi bumbu dan mentega, lalu dibolak-balik agar matang sempurna.
781 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Tulang wangi

Tulang wangi

Dan gua sadar… Mata gua nangkep hal absurd. Kayak mimpi—aneh, gak masuk akal. Bukan cuma wanita itu… gubuknya pun udah gak ada. Gua nelen ludah, napas berantakan. Pikiran gua langsung kacau— tadi siapa yang gua liat? tadi siapa yang gua ajak ngomong? Pandangan gua nyapu ke sekeliling.
431 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

Suasana makan siang penuh dengan tawa, obrolan hangat, dan rasa syukur. Marsha mencicipi plecing kangkung dan terdiam sejenak. “Pedasnya pas, dan kangkungnya masih renyah.” Arnold menatapnya penuh cinta. “Aku tahu kamu suka makanan yang kuat bumbunya.” Farez, dengan mulut penuh sate, mengangkat alis, “Jadi kapan nih kita mulai petualangan laut? Snorkeling? Diving? Jet ski?”
10867 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai mat tumbuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status