MERTUAKU MISKIN
“Iya, Teh. Soalnya gajian suami belum cair, katanya harus tunggu seminggu.”
“Ya bayar semesternya tunggu seminggu saja.” Entah kenapa aku ingin berujar demikian.
“Masalahnya jatuh temponya besok, Neng Asma cantik.” Mendadak aku geli disebut demikian oleh Ibu super julid tersebut.
“Maaf ya, Bu. Ibu mertua saya ‘kan orang nggak punya, masa iya mau minjamin uang sama yang lebih berada. Kan aneh, hehehe.”
Chapitres populaires