Me and You
Karena tidak ada lagi tempat duduk yang tersisa dari orang-orang yang kukenal, setelah mie ayam pesananku jadi, aku memutuskan untuk bergabung dengan mereka.
“Wah, tumben teman kita ini mau makan di kantin,” canda Sela sambil menertawaiku.
“Aku lapar, belum sempat makan pagi,” jelasku seraya menyantap mie ayam yang masih beruap.
“Kenapa kau datang telat, Yan? Kesiangan?” tanya Beno.
Sambil menyeruput dan tak ingin kehilangan momen akan aroma mie ayam yang begitu menggoda, aku menjawabnya dengan sebuah anggukan.
Bab Populer