Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Undangan

Undangan

Satu diantara kelompok itu menyambut Sya dengan heboh lalu diiringi yang lainnya itu menyambut kedatangan Sya yang mau bergabung dikelompok itu. “Waaahh... ini dia bintang kita yang paling menawan...”, ucap salah satu orang sambil bertepuk tangan. Namanya Grey, bukan nama sebenarnya hanya karena dia selalu mengenakan setelan dengan warna abu-abu, dia jadi dijuluki nama itu. “Sya Anindya! Mari sayang, gabung kesini. Kami sudah menunggu kau dari tadi...”, kata salah seorang lagi menyambut hangat Sya, namanya Andre. Manajer perusahaan yang mengadakan acara ini.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai membentang
Baca
+Pustaka
Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Dia mengenakan sebuah mantel hitam polos, rambutnya berantakan, dagunya ditumbuhi janggut tipis, matanya terpejam, dan bagian bawah matanya hitam pekat. Aku berjalan melewatinya. Saat kakiku menginjak selembar daun kering hingga berderik, Ardian tersentak bangun seketika. Sisa kantuk di matanya belum sepenuhnya sirna. Begitu melihatku, dia langsung bangkit dan berjalan dengan langkah yang terhuyung-huyung. Namun, dia sempat terjatuh beberapa kali, bahkan pakaiannya pun sampai robek terkoyak oleh ranting pohon.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai membentang
Baca
+Pustaka
Rahasia di Ranjang Malam Pertama

Rahasia di Ranjang Malam Pertama

*** NOTE: Mau ke mana, tebak?
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai membentang
Baca
+Pustaka
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL 156 Kami masih di Supermarket langganan. Cuman beda posisi saja. Aku, Fateh, Rina, Daffa dan Mbak Karti sedang menunggu Ibu dan Mimi yang masih ada di dalam. Mas Yusuf entah menghilang kemana?
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai membentang
Baca
+Pustaka
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

Malam harinya Dimas langsung bergegas menemui Gita yang sudah menunggunya di sebuah klub malam, Dimas bahkan tak ijin apalagi pulang untuk sekedar menemui Maya yang sejak sore menunggu kepulangannya. "Apa kita hanya merayakannya berdua saja?" Dimas mengedarkan pandangannya, dia pikir akan ada beberapa perwakilan dari Multy Furniture yang ikut merayakannya bersama mereka malam ini. "Aku sudah merayakannya dengan dengan para staff di kantor tadi sore, khusus malam ini perayaan atas bantuan mu anda selama ini, mas!" Gita mengangkat gelasnya yang berisi wine seraya mengajaknya untuk bersulang, bahkan kini bicaranya pun sudah terdengar lebih santai tak sekaku sebelumnya.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai membentang
Baca
+Pustaka
MEMBESARKAN BENIH MANDOR BERSAMA SUAMIKU

MEMBESARKAN BENIH MANDOR BERSAMA SUAMIKU

jawab Meni. “Kata siapa?” “Kataku, lah,” sahut Meni lagi. “Kok bisa disebut rumput merdeka?” tanya Mala polos. “‘Kan dia tinggi dan tingginya melebihi kita. Jadi dia rumput merdeka,” jawab Meni asal. “Mulai ngawur, deh!” sergah Mala. “Mulutmu, Mal. Lama-lama aku babat juga,” kelakar Meni.
10756 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai membentang
Baca
+Pustaka
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

pinta Helena Caustaria dipenuhi rasa panik bercampur marah. “Mas, segera teflon Daniel.” “Iya, akan aku telpon dia,” ucap Arttha seraya mengambil HandPhone dari dalam saku celananya. Segera Arttha Caustaria mengutak-atik handphone yang berada di genggamnya untuk menelpon Daniel. [Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan...] Tiap kali Arttha menelpon Daniel selalu saja operator Telkomsel yang menjawabnya.
519 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai membentang
Baca
+Pustaka
Dendam Membara Tuan Muda

Dendam Membara Tuan Muda

Dia hanya bisa merenungi nasib kehidupannya yang entah akan menjadi apa setelah ini. Dengan langkah pelan dan bergetar, Starla menuju altar, menghampiri sang pengantin pria yang tampil gagah dengan setelan broken white-nya. Membiarkan air mata yang sudah menetes di pipinya, tidak memperdulikan orang-orang yang berada di sisi kiri dan kanan yang tengah memandang kagum akan kecantikannya hari ini.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai membentang
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Adrian berdiri di depan, memberi sambutan kepada tim. “Terima kasih kepada semua yang telah bekerja keras. Saya sangat menghargai dedikasi dan komitmen kalian. Mari kita terus maju dan mencapai lebih banyak lagi!” katanya, diikuti dengan tepuk tangan meriah dari semua orang. Ketika giliranku untuk berbicara tiba, aku merasa sedikit gugup. Namun, saat melihat Adrian tersenyum, aku merasa tenang.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai membentang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status