Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MISTERI TUSUK KONDE

MISTERI TUSUK KONDE

jerit Ajeng kencang di tengah malam. Bersambung **** Agak malaman ya .... Semoga tetap setia menunggu.. terimakasih
1025.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai menangis semalam
Baca
+Pustaka
Kesayangan Mami

Kesayangan Mami

cetusnya mengelus wajahku dengan lembut. "I-ya." Gugup dan merasa malu, segera aku menunduk lebih dalam. Menyembunyikan senyum yang tak ingin terlihat olehnya. "Buruan, abis itu kita olahraga malam." Mas Adi tersenyum jahil, aku hapal betul dengan apa yang dimaksud. Ahh, dasar kamu Mas! Kini, yang terdengar hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terus menari di atas piring. Dengan sesekali saling melirik, entah kenapa malam ini kami seolah lebih menikmati kebersamaan.
1053.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai menangis semalam
Baca
+Pustaka
Surga Semalam

Surga Semalam

"Malam itu ... Apakah itu kamu yang tidur denganku?" Wanita di atas tempat tidur ragu-ragu sejenak sebelum mengangguk. Lalu, dia merangkak ke dalam selimut dengan menyedihkan Kevin menjadi jengkel. Ketika dia memejamkan mata, kenangan akan pengalaman yang luar biasa malam itu kembali kepadanya. Tapi melihat wanita ini hanya membuatnya jengkel. Mungkin karena kain kasa di wajahnya, sehingga dia tidak bisa menemukan ekspresi wajah wanita ini.
1051.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai menangis semalam
Baca
+Pustaka
Semalam Bersama Sahabat Kakakku

Semalam Bersama Sahabat Kakakku

Tidak malam ini. Suara pria tua tadi masih terngiang di kepalanya. “Tenang aja, manis… kita akan bersenang-senang malam ini.” Ucapan yang keluar dari mulut lelaki berperut buncit, bermata merah, dan beraroma alkohol menusuk. Ara hampir muntah. “Kau gila kalau pikir aku akan menyentuhmu!” Kata-katanya waktu itu terdengar lantang di pikirannya—padahal yang keluar hanya gumaman lemah.
662 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai menangis semalam
Baca
+Pustaka
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Mereka tidak perlu tahu yang sebenarnya terjadi, pikirnya, mencoba untuk tetap tenang. "Ah, biasa saja," jawab Gracya sekenanya. “Shift malam sama aja kayak shift lainnya, kok. Malah kadang terasa lebih sepi, ya kan?” Rita mengangkat alis, lalu tertawa kecil. "Bohong tuh kamu, Grace! Katanya sih, ada cerita tentang lonceng kematian yang kedengarannya cuma waktu shift malam. Kamu pernah dengar nggak, sih? Yang katanya kalau dengar suara lonceng di malam hari, bakal ada yang meninggal?”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai menangis semalam
Baca
+Pustaka
Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku

Dosa Semalam Dengan Adik Sahabatku

tanya Abimanyu sambil menyeka keringat di dahinya dengan lengan baju. Alya tersenyum tipis, tanpa menghentikan gerakannya. "Sudah terbiasa, Mas Abi. Namanya juga kerja." Abimanyu berdiri tegak, memandang Alya dengan penuh harap. "Gimana kalau malam ini kita makan malam di kota? Aku tahu tempat baru yang enak. Sekalian kamu bisa istirahat dari urusan ladang barang sebentar."
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai menangis semalam
Baca
+Pustaka
Malam Panas Dengan Mantan Suami

Malam Panas Dengan Mantan Suami

Dia perlahan mengusap pipinya yang masih basah bekas air mata. "Astaghfirullahhalazim ...." Kenzie beristigfar, jari-jarinya mengacak rambut frustasi. Kenangan samar-samar mulai muncul. Semalam, dia dan teman-teman sesama laki-laki membuat pesta di restoran, untuk memperingati hari dimana Kenzie akan melepaskan masa lajangnya. Salahnya, Kenzie minum terlalu banyak hingga dia sendiri tak ingat kapan tiba di rumah.
10283.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai menangis semalam
Baca
+Pustaka
Tawa anak tengah malam

Tawa anak tengah malam

Pagi itu, matahari menyelinap masuk kamar lewat celah jendela, tetapi Arman masih menggulung tubuhnya dengan selimut tipis. Malam sebelumnya jelas membuatnya susah tidur. Bayangan siluet perempuan di jendela itu masih jelas terpatri di kepala. “Hah! Jadi gini rasanya ngekos gratis sama hantu,” gumamnya sambil menguap lebar.
435 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai menangis semalam
Baca
+Pustaka
Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku

Setiap Malam, Paman Suamiku Membelaiku

** Setelah pagi tadi Maxim pergi, hingga malam hari Margaret menunggu kepulangan laki-laki itu untuk menjemputnya. Pukul dua belas malam, Margaret masih terjaga. Ia diam duduk menatap ke arah jendela kamarnya. Memperhatikan pemandangan desa yang sangat gelap dan suasana hujan ringan di malam hari. "Kenapa ... rasanya aneh," lirih Margaret. "Aku benar-benar merindukan Maxim." Gadis itu tertunduk mengelus perutnya. "Sayang, Papamu belum kembali," lirihnya. “Entah urusan apa yang dia selesaikan saat ini?”
1069.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai menangis semalam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status