DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU
Ia menunduk, menatap lurus tepat ke arah Rania dengan sorot mata yang sulit diartikan dingin, tajam, dan tak tertembus, layaknya seekor predator puncak yang sedang diam-diam mengobservasi mangsanya.
Rania menelan ludah dengan susah payah, lekas memutus kontak mata itu terlebih dahulu.
Kenapa...laki-laki itu menatapnya seperti itu?