Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LOVE BROTHER

LOVE BROTHER

Bersambung" 🤣🤣🤣😂🤪🤪🤪
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai menerobos
Baca
+Pustaka
Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Dia mengeluarkan sebuah botol kecil berwarna abu-abu dan di dalamnya hanya ada satu butir obat. “Pil Penerobos ini adalah versi sederhana yang dibuat oleh Senior Lishan. Dia bilang, setelah meminumnya, seseorang bisa langsung naik satu tahap besar. Namun, efek sampingnya cukup berat. Setelah meminum obat ini dan naik level, maka tidak ada kemungkinan untuk naik level lagi. Karena Senior Lishan merasa obat ini dapat merusak keseimbangan alam dan memiliki banyak efek samping, dia berencana untuk memperbaikinya. Tidak hanya menyuruhku merahasiakannya darimu, aku bahkan harus merahasiakannya dari guruku. Dia memintaku agar tidak mengeluarkan obat ini sebelum langkah terakhir.”
9.1802.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26.5K kali sebagai menerobos
Tampilkan Ulasan (84)
Baca
+Pustaka
Sidartha Tung
Penulisnya seperti ganti orang. Sejak bab 1157 ceritanya mulai ngaco dan semakin kesini semakin ngaco. Alur cerita ngaco ga nyambung, power level ngaco pula. Makin dibaca makin bad mood jadinya. Penulis baru goblok, minimal baca dulu cerita sebelnya yg lengkap biar nyambung bikin ceritanya, OON!!
InZoe
Kakaknya updatenya satu2 bab/hr, tp setiap brp minggu sx langsung brp puluh bab yg d update dlm 1 hr. saran aja sih ka, mending di bikin sehari brp bab. misalnya 5 bab/ hr tp konsisten. ada sih d sblh yg tiap hr 15 bab. emg sih pas update byk bab kita puas bgt bacanya. tp pas satu2, kitanya kesel.
Baca Semua Ulasan
Dinodai CEO Kejam

Dinodai CEO Kejam

Moreno pun akhirnya mencoba menelepon Tobias, namun Tobias juga tidak mengangkat teleponnya sampai Moreno makin menggila. Moreno mulai memukuli jok mobil dan kacanya dengan begitu frustasi sampai Neymar ikut menegang karena mendadak atmosfer di mobil itu pun memanas. "Brengsek! Menyetirlah lebih cepat, NEYMAR!! MENYETIR YANG CEPAT!!" titah Moreno lagi sekeras yang ia bisa. **
9.4446.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.9K kali sebagai menerobos
Baca
+Pustaka
Jebakan Kemenangan

Jebakan Kemenangan

Ujar pria itu sambil meraba tubuh Jesli dengan penuh semangat. Tiba-tiba, aku teringat. Bang Boga memang tidak asing bagiku. Dia adalah saingan bisnis perusahaan tempatku bekerja. Belakangan ini, aku memimpin proyek pengembangan baterai inovatif yang akan segera diluncurkan. Boga Martinus, alias Bang Boga pernah mencoba merekrutku, tetapi aku menolak. Setelah ditolak, dia tampak kesal.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai menerobos
Baca
+Pustaka
Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang

Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang

ucapnya pelan sambil menatap Indra lurus, “udah lama gue gak lihat orang yang bisa bikin gue seserius ini.” Indra tetap diam. Namun aura dingin di sekitarnya semakin menekan. Pria itu lalu melanjutkan dengan suara rendah. “Tapi…” matanya perlahan berubah lebih gelap. “…kalau lo pikir ini semua kekuatan yang kita punya…” senyumnya perlahan melebar. “…berarti lo masih belum ngerti apa itu Erebos.” TOK! Tongkat logamnya menghantam beton sekali lagi.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai menerobos
Baca
+Pustaka
Obsesi Sang Penguasa

Obsesi Sang Penguasa

Matanya bergerak cepat, menghitung kemungkinan yang harus diambil. “Terobos,” katanya dingin. Ivanka langsung menoleh dengan kening berkerut. “Bos, itu terlalu berisiko—” “Terobos,” ulang Byakta, lebih tegas. Tidak ada ruang untuk bantahan. Sopir langsung menginjak pedal gas lebih dalam. Mesin meraung, mobil melesat menuju barikade di depan. Ivanka mencengkram kursinya. Jantungnya berdetak cepat.
10817 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai menerobos
Baca
+Pustaka
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi
Baca
+Pustaka
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Seluruh tubuhnya menekan berat ke arahku hingga aku tidak bisa berkutik. "Apa sebenarnya maumu?" "Kumohon, bantu aku mematikannya ... aku sudah nggak kuat menjepitnya!" Rangsangan itu datang seperti gelombang pasang yang menderu. Gelombang demi gelombang menelan akal sehatku hingga tak bersisa. Aku hanya mengandalkan naluri untuk merapatkan kaki, berusaha keras agar si "kecil merah jambu" yang nakal itu tidak merosot keluar.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai menerobos
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status