Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Tubuhnya menunjukkan gaya seperti ingin menyerang dan mulutnya mengeluarkan suara mengaum yang mengejutkan. Pria berbaju hitam berdiri dengan tangan di belakang dan senyuman di sudut bibirnya. “B*jingan, kau termasuk tidak beruntung karena bertemu denganku, Luis Tambun.” Seperti mengerti omongannya, harimau putih dibuat marah dan mengaum panjang. Tubuh yang besar tiba-tiba menerjang ke arahya. 1 lompatan sejauh 3 kaki.
9.1802.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.5K kali sebagai mengaum macan putih marah
Tampilkan Ulasan (84)
Baca
+Pustaka
Sidartha Tung
Penulisnya seperti ganti orang. Sejak bab 1157 ceritanya mulai ngaco dan semakin kesini semakin ngaco. Alur cerita ngaco ga nyambung, power level ngaco pula. Makin dibaca makin bad mood jadinya. Penulis baru goblok, minimal baca dulu cerita sebelnya yg lengkap biar nyambung bikin ceritanya, OON!!
InZoe
Kakaknya updatenya satu2 bab/hr, tp setiap brp minggu sx langsung brp puluh bab yg d update dlm 1 hr. saran aja sih ka, mending di bikin sehari brp bab. misalnya 5 bab/ hr tp konsisten. ada sih d sblh yg tiap hr 15 bab. emg sih pas update byk bab kita puas bgt bacanya. tp pas satu2, kitanya kesel.
Baca Semua Ulasan
Maaf Mas, Aku Tega!

Maaf Mas, Aku Tega!

Dulu waktu bersama Nita, tak pernah dia semarah itu. "Aw ... sakit." Mila berusaha bangun. Tak ada kesedihan seperti tadi. Kini tampak raut wajah Mila marah dan benci pada Mas Deni. "Cepat kamu angkat kaki dari sini!" ucapku. "Lihat saja, kalian akan menyesal telah memperlakukan aku seperti ini. Terutama kamu Mas!" Mila bangun dan pergi meninggalkan rumah ini dengan api dendam berkobar dimatanya.
1021.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 593 kali sebagai mengaum macan putih marah
Baca
+Pustaka
Mawar Kecil Beracun

Mawar Kecil Beracun

Dia mengetik sebaris kalimat, berpura-pura acuh tak acuh. [Apa kamu senang di Negara Adaris? Kapan kamu pulang? Aku akan menjemputmu.] Namun, tanda seru merah muncul di layar. Gerakan Levi terhenti, pikirannya kosong seketika. Diana memblokirnya? Mustahil. Bahkan saat mereka bertengkar paling hebat pun, Diana hanya tidak mengangkat teleponnya. Levi segera meneleponnya.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai mengaum macan putih marah
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

Pria itu masih mengamuk, mencakar sofa seperti kucing oren yang kebelet kawin. "Hey!" Sean menoleh. "Mau sampai kapan ngamuk? Apa perlu saya bawakan pawang kemari?" celetuk Bian, melipat tangannya di depan dada. "Berisik!" desis Sean. "Gak lihat, video berantem di kafe sampai viral. Mau tahu captionnya apa?" Sean mengernyitkan dahi, tatapannya mengisyaratkan agar Bian segera mengatakan. "Dua pisang rebutan semangka sekal." Bian berdecak, geleng-geleng kepala.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai mengaum macan putih marah
Baca
+Pustaka
Maid Istimewa Tuan Arrogant

Maid Istimewa Tuan Arrogant

Jacob benar-benar murka, dia mengamuk dengan mengobrak-abrik semua barang yang ada di atas meja hingga barang-barang tersebut berhamburan di atas lantai. "Wanita terkutuk! Wanita brengsek! Jika aku menemukanmu, maka akan ku patahkan lehermu!" Jacob keluar dari sana dan dia melihat beberapa maid yang sudah berdiri tidak jauh dari kamar si Nyonya besar. Terlihat salah satu asisten pribadi sang Nyonya besar berada diantara para maid. Maid-maid itu berdatangan ke sana saat mendengarkan bunyi barang pecah belah dan teriakan Jacob saat marah. Jacob menatap tajam pada Georgina.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai mengaum macan putih marah
Baca
+Pustaka
Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!

Bagaikan baru mendapatkan angin segar sebab ia merasa telah berhasil menguasai mantan istrinya kembali ketika kedua manik hitam Agnia bergerak bebas penuh kecemasan. Agnia menelan ludah seiring rasa risaunya terbit. Tanpa sadar, wanita itu memainkan jemari lentiknya hingga kuku-kukunya memutih. Nibras melihatnya dan ia mendengkus sedikit kesal, karena sepertinya dialah yang membuat Agnia secemas itu. “Kau sepertinya tak ada niatan untuk kembali padaku-” “Kalau aku memang ingin bersamamu, aku tidak akan minta cerai darimu!” tukas Agnia begitu saja terdengar sangat kesal.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai mengaum macan putih marah
Baca
+Pustaka
Janji Manis Putra Mahkota

Janji Manis Putra Mahkota

Perintah ketua mereka. Pangeran Adam keluar kabin untuk menghirup udara segar. Mulutnya menggerutu tanpa henti. Sumpah serapah mengalir lancar dari mulutnya. “Bangsat! Anjing! Tai! Tongkol! Sialan! Bedebah! Anak pelacur! Aku tidak rela, anak pelacur seperti kau menjadi raja!!!!” Chika menyusul Adam dengan membawa segelas susu coklat hangat lengkap dengan satu teko untuk tambahan. Katanya pada Adam, “Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Kita masih punya peternakan kelinci disana.”
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai mengaum macan putih marah
Baca
+Pustaka
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

Wajahnya mendadak pucat. “Kenapa?” Hagia menggeleng. “Gue nggak tahu, Men. Kayaknya gue harus balik sekarang, deh.” “Kenapa emangnya?” “Gue nggak tahu. Tapi dari cara bicaranya Mas Megan, sesuatu buruk terjadi.” Hagia bangkit dari kursinya. Jantungnya mulai berdetak tidak nyaman. “Mas Megan nggak pernah kayak gini,” ujarnya. “Kalau dia marah, biasanya dia tetap ngomong baik-baik.”
1014.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai mengaum macan putih marah
Baca
+Pustaka
MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

Lantas, apa yang membuat pria itu sampai marah? “Karena kamu memang pantas menerimanya!” Ken mengibaskan tangannya seolah Ia baru tersentuh oleh kotoran. Lalu, ia memasukkannya ke dalam saku celana dengan gerakan cepat. Tatapannya angkuh pada Dea.
1060.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai mengaum macan putih marah
Baca
+Pustaka
Maaf Mas Keponakannmu Jauh Lebih Jantan

Maaf Mas Keponakannmu Jauh Lebih Jantan

Dania menangis, panik memikirkan konsekuensi yang akan dihadapinya nanti. ​"Aku tidak peduli!" gertak Angger, matanya memerah penuh semangat dan amarah yang bercampur menjadi satu. "Persetan dengan suamimu! Dia tidak pernah memujamu seperti ini! Dia tidak tahu cara memperlakukanmu!"
1095 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1 kali sebagai mengaum macan putih marah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status