Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

Seketika dada melega bersua walaupun hanya lewat aksara. Dengan senyum yang menghiasi wajah, Soni membalas pesan Shasa. Soni [ Malem juga, Sayang ... udah pulang. Udah mandi dan udah salat juga. Makan juga udah. Yang belum hanya bertemu kamu. Aku kangen kamu, Sha .... ] Semenit berlalu, pesan balasan muncul menghiasi layar ponsel. Shasa [ Aku juga kangen sama kamu. Apalagi malam ini. Sejak tadi aku menyimpan ponsel agar tidak terlalu memikirkanmu. Namun tetap saja kepalaku selalu dihiasi tentangmu. ]
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Seadanya

Seadanya

Imbuh erika " yaudah erika kamu yang semangat nanti gajian traktir bapak ya beli cilok didepan hhha, bapak pamit dulu mau beresi aula diatas senin mau dipakai " pak mamad seraya berlalu meninggalkan erika melanjutkan pekerjaannya "okeh siiip pak, fighting pakk maaf nggak bisa bantu" Erika berteriak pada pak mamad yang sudah berjalan meninggalkan erika
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan

ungkapnya tak percaya. “Ibu yang akan datang diwaktu resepsi pertama! Kamu tunggu saja tanggal mainnya dan ikuti permainan kami. Kami tak akan membuatmu kecewa dan terluka.” Amie menjelaskan dengan tangan membawa nampan isi 3 cangkir kecil espresso.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Aku benar-benar tidak menyangka dia akan melakukan itu. Semua orang langsung menatapku. Suasana hening seperti kematian berlangsung beberapa detik, kemudian sebuah tamparan keras memecah kesunyian. Ibu Yuna menarik tangannya dengan wajah marah, sambil menggertakkan gigi dia berkata, "Suamimu yang sah adalah Sandy Senjaya! Yuna, bisakah kamu berhenti bertingkah seperti ini?"
8.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Musuhku

Terpaksa Menikahi Musuhku

“Soalnya bisa jalan kaki dari Sency, jadi nggak pusing parkir mobil.” “Oh, jadi ritual Senayan yang suka dibilang Suri kalau aku tanya dia lagi di mana tuh maksudnya makan sate di sini?” “Iya.” Julie terkekeh. “Mas suka nggak?” “Hm… nggak yang suka banget,” aku Ipang dengan jujur. “Aneh, sate kok nggak pake bumbu?” “Kan udah ada sambelnya.”
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Sukses setelah ditalak Tiga

Sukses setelah ditalak Tiga

Met baca 🍃 __________ "You freaking me out, Kemal!" geram Ines. Kemal tertawa pelan lalu meringis karena sakit di kepalanya. "Sorry, i just try to make a joke karena lo terlalu ... drama." "Drama lo bilang!" teriak Ines. Kemal memejamkan mata dengan kening mengkerut. "Lo pikir omongan lo berkualitas. Kita saling membutuhkan? Kalimat apaan itu!" Ines berjalan ke arah meja kecil kemudian membuka makanan yang ia beli. "Mendingan lo tidur dari pada keluarin kalimat nggak penting."
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 729 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Penebusanku, Semoga Kau Senang

Penebusanku, Semoga Kau Senang

“Mereka sukanya yang lembut, perhatian, yang bisa bikin mereka merasa terus berada di rumah. Memangnya kamu bisa?” “Lagipula .…” Dia melirikku dari atas ke bawah dengan merendahkan. “Badan kamu juga jelek. Bajumu juga norak. Aku beneran nggak mengerti pria mana yang mau sama kamu.” Tiba-tiba ponselnya berdering. Xena melihat nama penelepon, lalu menatapku dengan senyum menantang. Dia mengangkat telepon dan berkata dengan suara manja, “Iya, sayang … aku pulang sekarang ya. Jangan kangen, ya … muah muah .…”
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Menua Bersama

Tak Lagi Menua Bersama

Di satu sisi, dia harus menenangkan orang tuanya, sementara di sisi lain, dia juga harus menghibur Jennie. Hatinya sangat gelisah. Mulan yang ceria dan penuh akal, ternyata cukup menarik. Melihatnya, dia merasa senang. Jadi meskipun dia sering melakukan kesalahan yang sangat tak masuk akal, dia tetap sabar dan memakluminya. Dia tak menyangka Mulan akan memberinya obat. Pada saat itu, Jennie berkata bahwa dia merasa tertekan di rumah dan ingin pergi keluar untuk melepas penat.
9.961.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Ting Sebuah pesan aku terima dan itu dari Ira. Mataku membola, apa-apaan dia malah mengirim pesan padaku. 'Aku gak bisa membayangkan dirimu yang serumah dengan keong racun ini!' Sontak aku tertawa karena Ira menamai Renata dengan Keong Racun. 'Banget! untung kesabaranku setebal es abadi antartika.' Kami berdua cekikikan sendiri, inilah definisi menggibah di depan orangnya.
1031.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status