Istri yang Kau Sengsarakan
Nayara buru-buru menaruh gelas tehnya dan menghampiri bayi kecilnya yang menangis di balik selimut tipis.
“Sayang, kamu kenapa, hmm? Lapar ya? Sabar ya, Mama bikinin dulu susunya,” ucap Nayara sambil berusaha tetap tenang meski tubuhnya terasa seperti mau rubuh.
Tangannya gemetar saat menakar susu bubuk ke dalam botol. Beberapa tetes air panas mengenai kulitnya, membuatnya meringis. Tapi dia tetap melanjutkan, memeluk botol itu erat dan menggoyangnya dengan pelan. Setelah selesai, ia mengangkat Reyhan dan menyusui lewat botol sambil mengusap-usap kepala mungil itu.
Bab Populer