Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Manis Om Yuda

Istri Manis Om Yuda

Terimakasih nasihatnya," balas Suryo. Tidak lama Bayu dan Suryo membereskan perlengkapan pancing mereka. Dalam perjalanan menuju area parkir, Bayu yang sedang berjalan di belakang Suryo tiba-tiba |berhenti. la melihat sosok yang familiar keluar dari sebuah restoran kecil di seberang jalan. Itu Resa. Namun, yang mengejutkan, Resa sedang tertawa lepas sambil
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Bab 29 Ekspresi wajah Nyonya Xiwu tak berubah sedikit pun, namun udara di dalam ruangan tiba-tiba terasa jauh lebih dingin dan menyesakkan. Ia memiringkan kepalanya perlahan—gerakan yang sengaja dan penuh perhitungan. "Surat?" ulangnya lembut, senyumnya tetap sempurna. "Sungguh menarik. Aku tak pernah menyangka kau begitu rajin menulis."
461 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Istriku

Mengejar Cinta Istriku

Membuat pria itu lagi-lagi tergoda dan tak tahan untuk menghisap kulit lehernya yang seputih susu. Mereka pun terus bergerak, saling menyentuh dan berusaha memberikan kepuasan masing-masing.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Terperangkap Kontrak Hasrat Sang Casanova

Terperangkap Kontrak Hasrat Sang Casanova

Tanya Alana “Kita sudah saling merasakan satu sama lain, apa sulitnya menyuapiku dengan mulutmu?” Alesio berkata dengan santainya Alana menghela napas “Oke” Alana memilih pasrah, dia menyuapkan sesendok bubur dalam mulutnya, menahannya dalam mulut. Alesio memang benar, bubur itu hambar atau mungkin tidak ada rasanya sama sekali Alesio menatap Alana dengan senyum lebar, kemudian meraih tengkuk Alana dan melumat bibir Alana, lidahnya menerobos masuk dan bergerak kesegala arah yang dapat disentuhnya.
9.656.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

Nayara buru-buru menaruh gelas tehnya dan menghampiri bayi kecilnya yang menangis di balik selimut tipis. “Sayang, kamu kenapa, hmm? Lapar ya? Sabar ya, Mama bikinin dulu susunya,” ucap Nayara sambil berusaha tetap tenang meski tubuhnya terasa seperti mau rubuh. Tangannya gemetar saat menakar susu bubuk ke dalam botol. Beberapa tetes air panas mengenai kulitnya, membuatnya meringis. Tapi dia tetap melanjutkan, memeluk botol itu erat dan menggoyangnya dengan pelan. Setelah selesai, ia mengangkat Reyhan dan menyusui lewat botol sambil mengusap-usap kepala mungil itu.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

****** Bersambung .
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Istri Dari Surga

Istri Dari Surga

"Satu ..." "Dua!" "Tiga!" David terus menghitung aku masih sibuk memeras rambutku yang basah, langsung kukibaskan rambutku ke belakang, masa bodo jika acak-acakkan aku akan mengeringkan dan menatanya nanti. "Empat!" Sebelum hitungngan kelima aku sudah membuka pintu kamar mandi, tapi ternyata David tidak ada, aku pikir dia berdiri di depan pintu. Jadi, apakah dia hanya menggertakku?.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Istri Penebus Dosa

Istri Penebus Dosa

Hanya meratapi nasib saja tidak berguna untuk saat ini. “Cantik, apa kamu haus? Tunggu sebentar ya, aku membuatkan susu untukmu,” tutur Syera seraya melangkah menjauh dari ranjang kecil bayi itu dan mengambil wadah yang berisi susu formula beserta perlengkapannya. “Akhirnya selesai juga,” gumam Syera sembari menarik selimut dan membungkus tubuhnya sebatas dada.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 585 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
MENYELAMATKANMU

MENYELAMATKANMU

Menarik lengan Jimmi. Lusi Rani adalah gadis berambut cokelat dengan pita kuning yang sengaja dia ikatkan di sisi kiri rambutnya. Seorang gadis yang cukup imut dan cantik meski sering tak menunjukkan ekspresi wajahnya, entah kenapa belakangan ini Lusi sering memperhatikan Jimmi seniornya. "Kenapa kau membawaku ke sini! Dan tempat apa ini?" kata Jimmi.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai menyusuri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status