Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tuan Muda Diningrat

Tuan Muda Diningrat

"Mana minuman gue? Lama banget lo. Udah kayak Tokyo— Indonesia, ngambil minuman di pojok sana aja lamanya kebangetan!" "I—ini minumannya, Zen." Kening tuan muda Kusuma Diningrat itu berkerut dalam. Membiarkan tangan sebelah kanan Ziana menggantung di udara, tanpa mengambil sebotol air mineral dingin itu dari tangan sang asisten.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai murni warung ubud
Baca
+Pustaka
SEKRETARIS CUPU KESAYANGAN CEO TAMPAN

SEKRETARIS CUPU KESAYANGAN CEO TAMPAN

Septa mengamati bangunan warung yang terbuat dari anyaman bambu ditopang tembok semen yang hanya separuh. Sementara itu, ada beberapa meja dan kursi di bawah dua pohon mangga yang berbuah lebat. Suasana masih lengang, bisa jadi karena belum waktunya jam pulang pabrik. Mereka keluar dari mobil lalu Ardan mengajak Septa masuk warung. Ada etalase berisi berbagai macam lauk, aneka gorengan berwadah nampan plastik bertutup transparan berada di atas meja dan ada pula aneka minuman berjejer rapi di depan etalase serta dalam showcase.
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai murni warung ubud
Baca
+Pustaka
Tukang Sayur itu Ternyata Milliuner

Tukang Sayur itu Ternyata Milliuner

"Ah, Mba Sri ini bisa aja. Oh iya, Mba, tadi itu saya mau keluar. Biasa, ada panggilan dari ibu ketua. Nah, saya kebetulan lewat komplek ini, makanya sengaja mampir ke warung Mba Sri. Tapi pas sampai di sana malah tutup. Ya, sudah saya balik arah lagi aja. Trus, saya lihat ada rame-rame di deket warung, kayak ada yang lagi hajatan. Ternyata ada pembukaan warung sayur, tho. Apa itu namanya, warung sayur Ranipedia? Udah jualannya nggak kreatip, namanya juga ikut nggak kreatip, niru nama pasar online itu, kan?" ucap Bu Anti memotong kalimat Bu Rani.
10.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai murni warung ubud
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Perukiyah

Perjalanan Sang Perukiyah

“Apa ada, Yu?” Perempuan yang duduk bersandar di tempat tidur itu menghela napas panjang. Lalu mengisahkan dirinya yang sempat berdebat dengan salah satu pedagang yang membuka jenis usaha yang sama dengan dirinya, yaitu warung makan dan berbagai oleh-oleh khas Jogja. Karena sekitar rumah Bulek Tini memang terkenal sebagai desa wisata yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Apalagi saat musim liburan.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai murni warung ubud
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Sesekali mobil lewat di jalan penuh dengan tikungan itu. Pemilik warung datang membawakan pesanan kedua anak muda itu. Mereka memesan ubi jalar dan sayur kelor. Mereka juga memesan ikan parende dan kasoami. "Jun-ho, ini adalah sangat lokal, khas. Salah satu makanan yang dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan ekowisata di sekitar hutan Lambusango, termasuk di Pulau Panjang.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai murni warung ubud
Baca
+Pustaka
Ternyata Ibuku Dijadikan Babu

Ternyata Ibuku Dijadikan Babu

Raut wajah mama langsung berubah masam karena ucapan Mbak Rania. "Kalian sudah pulang, aku sudah pesan makanan. Dari restoran india, sebentar lagi akan datang. Lebih baik Ibu dan Mbak Rania mandi dan ganti pakaian dulu. Setelah itu kita makan malam ya!" ucap Mas Aldi. "Mas, kami tak kamu ajak?" tanyaku. Aku juga lapar. "Pesan makan saja sendiri!" ujarnya ketus.
1044.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai murni warung ubud
Baca
+Pustaka
Pelayan Cantik Tuan Arogan

Pelayan Cantik Tuan Arogan

Ubud. Di salah satu sudut yang tenang dikelilingi sawah dan bau dupa dari pura kecil, Kaisan duduk sendirian di bale bambu. Secangkir kopi Bali di tangannya sudah dingin, ia belum berniat untuk bergerak. Matanya kosong, tatapannya jauh menembus kabut tipis di pagi hari. Ubud tak pernah gagal membangkitkan kenangan. kali ini… yang muncul adalah potongan masa lalu.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai murni warung ubud
Baca
+Pustaka
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

Mereka bahkan sempat jadi pusat perhatian karena pakaiannya yang serasi dan tingkah lucu mereka yang mulai cerewet mengoceh tak karuan. Setelah acara wisuda selesai, mereka semua pergi makan bersama di sebuah restoran tradisional khas Jogjakarta. Meja panjang penuh dengan hidangan favorit seperti gudeg, ayam bacem, dan sambal krecek. Tawa dan cerita mengalir deras, membaurkan rasa syukur dan kebahagiaan dalam satu momen hangat kekeluargaan.
1017.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai murni warung ubud
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Udara dingin begini sungguh enak menyeruput kopi panas ditemani ubi manis." Mereka masuk ke warung dan duduk terbagi dua meja, lalu memesan minuman dan kudapan sesuai selera masing-masing. Pemilik warung bernama Durna membantu anak buahnya untuk melayani. Warung ini buka sampai jauh malam. Konon upeti untuk buka di malam hari sangat mahal. Jadi warung besar saja yang sanggup membayar. Di sepanjang kaki bukit, ada tujuh warung yang buka di malam hari.
9.946.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai murni warung ubud
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Telah terbit karya saya "Mengejar Cinta Puteri Bangsawan" bercerita tentang perjuangan Arjuna dalam mencari bapaknya untuk memenuhi persyaratan acara lamaran klan Angada. Bagi reader yang suka romantika cinta dengan latar cerita abad 21 dan abad 16, cerita ini cocok untuk diintip sejenak.
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
Dosen Dingin itu Suamiku

Dosen Dingin itu Suamiku

Kopi hitam dengan irisan gula aren yang dinikmati secara bersamaan. Setelah memesan, Ibrahim mengajak Arumi untuk duduk di saung yang terletak di atas kolam ikan, sebuah ikon yang menjadi dasar nama warung umbul, yakni adanya gubug yang mengapung (mumbul) di atas air.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai murni warung ubud
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status