Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengubah Takdir Putri yang Malang

Mengubah Takdir Putri yang Malang

Gumam Senna membatin, saat tak sengaja berpapasan dengan sanak saudara sang nenek Yue Ran ini. Wanita itu menunjuk Senna tepat didepan wajahnya “Nona? Apakah namamu Senna?” Senna terperanjat terkejut, apakah dirinya terlihat beda. Kesempatan itu tak Senna sia-siakan. Senna pun menggeleng seraya tersenyum “Bukan Nyonya. Namaku Xieya.” “Ah maafkan, paras yang seiras dengan bocah bodoh itu. Tentu saja nona yang cantik ini berasal dari keluarga terpandang yang diundang kemari.”
9.9K viewsCompletedAdded to Library 277 Times as na xie nian
Read
+Library
Dewi Medis Kesayangan Kaisar

Dewi Medis Kesayangan Kaisar

Sungguh, karena dia bukan lagi Chu Xia, dan Xie Yinlan yang sekarang tidak sama lagi dengan yang dahulu, ia harus bisa membalikkan nasib buruk ini. “Sekarang pukul satu dini hari, Nona,” Jawab A-Yao. Xie Yinlan menatap pelayan wanita itu, “A-Yao, mulai saat ini, jangan memanggilku Nona lagi. Paling aku Selir Xian. Bisakah?” A-Yao membungkuk, “Baik, Selir Xian.” “Bagus. Sekarang, ikut aku melakukan sesuatu.” Xie Yinlan berdiri.
9.851.5K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as na xie nian
Read
+Library
Shen Xiao

Shen Xiao

"Kau keterlaluan!" "Kerja bagus Xin Xin. Malam ini aku pasti akan menghadiahkan mu makanan yang besar," ujar Shen Xiao memujinya sambil menepuk-nepuk pelan kepala Xin Xin. Amarah Xin Xin seketika mereda dan dia tersenyum puas dengan pujian dan hadiah dari Shen Xiao yang sangat ia nantikan. "Kak Shen, apa kau tidak akan menyuruh kami berburu lagi?" tanya Lin Tian dengan polosnya.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 224 Times as na xie nian
Read
+Library
Kembalinya Sang Puteri Phoenix

Kembalinya Sang Puteri Phoenix

"Kaisar akan ulang tahun dalam beberapa pekan lagi. Apakah kau melupakannya?" ​Lian Xue yang saat itu sedang menyeruput kuah sup hangat langsung tersedak. Ia terbatuk-batuk kecil, wajahnya memerah saat A'Ning dengan sigap mengulurkan cawan air kepadanya.
10734 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as na xie nian
Read
+Library
Mawar Berduri di Istana Kaisar

Mawar Berduri di Istana Kaisar

Yuyan sangat penasaran bagaimana rencana Xueqing untuk membantu dirinya membalaskan dendam pada Ruyan. “Bagaimana?” tanya Yuyan. “Sebentar lagi ada pesta perayaan tahun baru dan pestaulang tahun Ibu Suri,” kata Xueqing. “Aku tahu itu. Lalu apa? Apa aku harus mempermalukan Ruyan di depan umum?” tanya Yuyan.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as na xie nian
Read
+Library
Kaisar Naga Bela Diri

Kaisar Naga Bela Diri

Tanya pria yang tidak lain Xie Ji atau nama aslinya Xu Ji. "Haa.. Aku tidak tahu tapi aku harap adikku ada di dunia ini juga. Dengan begitu, aku lebih mudah mencarinya sekaligus mencoba mencari jalan untuk kembali ke dunia atas." Xie Xier masih ragu dan juga cemas dengan keadaan adiknya. Sejak mereka tanpa sengaja jatuh ke dunia ini, dia tidak dapat mencari adiknya meski kekuatan yang dimilikinya jauh lebih besar daripada orang-orang disini. "Ais… Kenapa aku menyesal telah menemanimu saat itu sekarang yah? Aku tidak percaya harus terperangkap bersama wanita tomboy seperti.u."
9.42.0M viewsCompletedAdded to Library 72.5K Times as na xie nian
Show Reviews (386)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Wanita Hina Bernama Nania

Wanita Hina Bernama Nania

“Baunya seperti ... “ “Obat nyamuk.” Bi Hanna tersenyum melihat ekspresi lucu Nania saat meminum teh yang ia buat. “Rasanya memang tak seperti teh biasa, tapi anda akan terbiasa dengan bau ini.” Mata Bi Hanna menatap Nania yang meminum dengan takut-takut. “Bagaimana rasanya?” Nania tersneyum. “Mulutku jadi wangi.” Di luar dugaan, respon Nania sangat baik.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as na xie nian
Read
+Library
Dapatkan Mansion di Awal

Dapatkan Mansion di Awal

Liu Yaxuan langsung mendelik kesal, “Muka tembok.” Tapi kemudian dia berkata lagi, “Nanti pas Tahun Baru ke rumah kamu, kita kasih tahu mereka sekarang, atau nanti pas mereka pulang?” Sekarang tinggal dua bulan lagi menuju Tahun Baru Imlek. Chu Nan berpikir sejenak, lalu berkata, “Lebih baik kasih tahu sekarang sih, tapi kalau kamu mau tunggu sampai mereka pulang juga nggak apa-apa.”
1013.4K viewsOngoingAdded to Library 470 Times as na xie nian
Read
+Library
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Dan tentunya, saat ini dia memiliki alasan untuk ikut dalam pertarungan 100 tahun sekali tersebut. "Kau adalah satu-satunya saudara yang menjawab dengan jawaban seindah itu, kakak Zhou. Aku suka," ucap Xia Nian. Zhou Yin tersenyum lagi. Lalu dari dalam tubuhnya keluar aura petir merah yang seketika merebak hingga membuat Xia Nian terkejut dan segera lindungi diri dengan perisai kekuatan miliknya. "Jika kau suka, maka kita harus merayakannya untuk adik kita yang cantik ini. Tapi sebelum itu, kita harus tahu, siapa yang akan membelikan makanan enak dalam perayaan nanti." ucap Zhou Yin.
8.961.9K viewsOngoingAdded to Library 2.5K Times as na xie nian
Read
+Library
PREV
12

Frequently Asked Questions

Honestly, I had a weird relationship with 'Na Xie Nian' by Mao Ni. The ending left me sitting in silence for a good ten minutes, just processing. It wasn't a neat, wrapped-up-in-a-bow conclusion. Instead, it leans hard into its philosophical underpinnings about memory, loss, and what it means to forge a new self when your past is a weapon. Ning Que's final confrontation is less about a climactic battle and more about a series of brutal, personal reckonings with the people he thought he knew. The ending circles back to those quiet, early moments with Sangsang, reframing everything. It's melancholic and open-ended in a way that respects the reader's intelligence, refusing a simple catharsis.

Is it worth reading? Absolutely, but it demands patience. The prose is dense, the cultivation system is intricate to a fault, and Mao Ni takes his sweet time building the world. If you're looking for non-stop action, you'll be frustrated. But if you're into character studies where power ascension is secondary to emotional and ethical decay, it's a masterpiece. The middle section drags a bit, I won't lie, but the payoff in the final arc—the way all the political machinations and personal betrayals crystallize—feels earned. It's one of those novels that lingers.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status