Nada di Hati Sastra
“Betah, ya, kamu kerja di sini. Dari magang, loh! Sampai ...”
“Sampai tua,” Wirda tertawa sembari menegakkan tubuh kembali dan tersenyum melihat gadis yang berdiri di belakang Anggi.
Anggi pun ikut terkekeh. “Oia, ini Nada. Anakku satu-satunya.”
Nada segera mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri dengan sopan.
“Oia, Mbak, maaf,” ucap Wirda sambil kembali ke kursinya. “Mas Sastra ada tamu dadakan barusan. Klien besar, jadi nggak bisa nolak.”
Bab Populer