KARMA
Teringat ucapan Rara, aku jadi merasa bersalah.
Malam ini, aku masih terjaga, terus memikirkan Mas Adrian. Aku bodoh, seharusnya aku tidak melakukan itu. Tapi aku tidak mau disakiti. Siapa dia bisa berbuat seenaknya seperti itu? Masih terngiang di benakku ketika dia berteriak minta ampun. Aku tidak peduli, yang aku pikirkan saat itu, aku memang ingin melakukannya. Siapa juga yang rela melihat dia bersama perempuan lain? Bahagia di atas penderitaanku begitu? Tidak akan kubiarkan! Sudah aku rela dihina, dicaci, rela putus persaudaraan dengan Kakakku meski tiri, malah dia main serong di belakang. Jadi lebih baik, aku hilangkan saja nyawanya. Biar! Biar perempuan itu menjadi janda. Kasihan, past
인기 회차