Cinderella Hot Story
“Percuma, Ma. Cuma buang-buang waktu, dan tenaga.”
“Kamu masih berhubungan dengan perempuan kampung itu?”
“Namanya Rindu,” terang Dewa memberitahu. “Rindu Anahita.”
Maria tertawa hambar melihat sikap putranya. “Dia cuma perempuan kampung, yang jual diri sama kamu. Ayolah, Wà, apa yang kamu lihat dia? Cantik?” Maria berdecih tidak habis pikir. “Di luar sana banyak perempuan yang lebih cantik, dan Mama yakin, otak dia juga nggak sepintar anak-anak teman Mama yang kuliah di luar negeri.”