Obsessed
Tak sampai lima menit, reaksinya muncul: wajahnya memerah, tangannya menggaruk lengan, sedikit gatal.
“Aduh… maaf,” katanya panik, menahan tawa canggung. “Kok gatal ya…”
Aku menahan tawa kecil. Maro menatapku tajam, tapi aku cuma mengangkat bahu seolah tak bersalah.
“Aku harus pulang, Maro,” kata Alina sambil menahan gatalnya. “Obatku ada di rumah. Makasih ya… lain kali aku mampir lagi.”