Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mate

Mate

“Maksudnya?” “Ya, pikirlah sendiri. Punya otak kan?” Mas Wira sama sekali tidak menoleh dan peka dengan kekesalanku. Aku menarik tangan kanannya, lalu menggingit tangan Mas Wira sekuat tenaga. “Arghh! Sakit!” Mas Wira menarik tangannya. “Makanya kalau ngomong tuh jangan bikin orang lain sakit hati.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
Contradiction

Contradiction

kata Margareth membuat Lilly terkaget-kaget, tidak menyangka Meg yang biasa ketus dan kejam itu bisa bersikap baik padanya. "Tapi sekarang kau harus buka baju dulu," kata Margareth sambil membawa obat di tangannya. Setelah Lilly melepas pakaiannya, terlihatlah oleh Margareth bekas cambukan di punggung Lilly berwarna merah kehitaman dengan darah yang sedikit merembes dari sana. Margareth pun meletakkan obatnya dan segera mengambil air hangat dan kain untuk membersihkannya terlebih dahulu.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Hal penting apa emang yang mau kamu bahas sama aku? XavierAG (Nanti aja kita bahas langsung oke, aku balik kerja lagi ya. Jaga diri kamu baik-baik oke dan sampai bertemu di tanggal 08, Ocean)
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
Mistake

Mistake

jawab thea asal dan membuat adriell tertawa. "jadi pengen gulingin the , baju lo kancingnya kayaknya enak bener kalau di lepas " ucap adriell . mata thea melotot seketika . dia pun bahkan sampai melempar adriell dengan bunga , apa-apaan lagi ini otak mesumnya mode on ? "apaan sih lo , pulang nih gue kalau otak horor lo mode on". dengus thea .
8.712.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Tante Nita menatap getir wajah Mamah, kemudian ia menunduk dengan mimik wajah yang nampak begitu syok dan terluka. Suaminya berulang kali berusaha menenangkannya, merangkul pundaknya untuk memberikan kekuatan. Aku seketika langsung bersimpuh di depan lutut Tante Nita. "Maafkan saya! Semua memang salah saya. Kalian pantas membenci dan memaki saya." "Ya, kamu pantas di benci dan di maki. Kalau perlu, kalian pukuli saja lelaki bejat ini, saya tidak keberatan sama sekali."
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 811 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
Contradiction

Contradiction

Buktinya, berhasil membuat Daffa terkejut dan berteriak sembari berlari ke arahnya. “Papa kok ditampar!” Aruna sadar dan kembali kikuk, di satu sisi muak karena perkataan Arsen terkesan santai dan sengaja. “Ehm, nggak sengaja.” Kemudian pergi. Arsen kembali tertawa, sembari menggendong Daffa yang kini menyentuh pipinya mendadak merah karena habis kena tamparan. ****
106.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
SCANDAL

SCANDAL

Suasana hening dan tegang terjadi di apartemen Mafida, yang saat ini sedang bersitegang dengan adiknya. "Kak, aku minta maaf atas khilaf ku," ucap Anna dengan tulus. "Setelah semuanya seperti ini?" cibir Mafida. "Lalu aku harus bagaimana kak, untuk mendapatkan maafmu," "Jangan tinggal disini, aku akan kasih kamu modal untuk usaha supaya kamu mandiri, biar kamu bertanggung jawab dengan dirimu sendiri," ujar Mafida dengan dingin.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
ASHOLE

ASHOLE

"Maaf, Ya, gue gak bermaksud halangin lo. Duh, gue jadi gak enak banget." Naya berusaha bersikap santai. Maka dari itu ia merespon dengan mengendikkan bahu. "It's okay, sans aja. Gak papa, kok," ucapnya sambil meneribitkan seulas senyum pada dua benda kenyal berwarna merah muda itu.
102.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status