Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Itu suara Arga.”
---
Di tempat lain, di ruang bawah tanah yang tidak tercatat di peta mana pun, seseorang duduk di depan komputer dengan hoodie abu-abu, mengetik cepat. Di layar, kode streaming terenkripsi berputar tanpa henti. Di sebelahnya, radio tua dengan antena pendek masih hidup, memancarkan dengungan lemah. Seseorang membuka pintu besi perlahan dan masuk — Darman. Wajahnya kotor, matanya lelah, tapi di bibirnya ada senyum samar. “Jadi, kamu benar-benar melakukannya,” katanya. Sosok di depan komputer menoleh perlahan, melepas maskernya. Arga. Luka di pelipisnya sudah menutup, tapi mata itu tetap sama — tajam dan tenang seperti selalu. “Aku janji sama dunia, kalau aku hilang, aku harus
인기 회차