Penjara Hati Bos Arogan
Namun ia menjawab dengan sopan, “Saya Alya Kazuki. Maaf, kita pernah bertemu?”
Itu menusuk. Evan mengulurkan tangan, bersambut dengan tangan yang sudah sangat ia rindukan. Bohong, jika Evan tidak merindu. Bahkan, sejak kepergian Alya dari hidupnya tak ada lagi celah untuk wanita lain yang masuk ke dalam hatinya.
“Alya Kamila,” bisik Evan. “Jangan katakan kau tidak mengenaliku.”
Sekilas, tatapan itu goyah. Tapi Alya tersenyum tipis. “Maaf, saya sedang sibuk. Kalau ingin diskusi kerja sama, silakan buat janji resmi melalui kantor pusat kami.”
Hot Chapters