Janda Tapi Perawan
kata ibu-ibu yang duduk di ujung meja, dengan nada setengah mendesak, "siapa yang tahu, mungkin dia berakhir menjadi 'artis jalanan' di sana."
Bu Salim, mantan mertua Dita, duduk karena mendengar bisikan-bisikan ibu-ibu di sekitarnya, memancing rasa penasarannya. Bu Salim meraih cangkirnya dengan isyarat agar teman-temannya bercerita lebih lanjut. Mata mereka saling berpandangan.
"Siapa tahu, mungkin juga cari target baru, kan? Kota besar, banyak pilihan," Bu Ani tertawa nakal. Bibir Bu Salim menyeringai sinis.
Capítulos em Alta