SETELAH KAU PERGI
Aksara hanya mengangguk, dengan seksama mendengarkan cerita Abizar.
Walau tanpa selera dia berusaha menyuapkan nasi soto pesanannya dengan jeruk panas tanpa gula. Menu yang biasanya pavorit, mendadak begitu hambar.
"Tidak seperti perkiraan banyak orang, calon istriku bukanlah seorang gadis, dia memiliki seorang putri yang masih kecil. Aku menemukannya pertama kali, saat dia pingsan di depan terminal Ci Caheum dengan putrinya yang terus memanggil namanya."