Permainan Para Konglomerat
Pria sipit itu menoleh sesaat kala menyadari film aksi kesukaannya baru saja dijeda oleh pariwara aplikasi belanja daring, tangannya yang sibuk menyeduh teh terhenti sejenak, kini menatap layar besar televisi di ruang duduk.
Mendengus pelan, "Apa pula yang ditayangkan. Semua peralatan mulai harga sepuluh ribu?" pria sipit itu menggelengkan kepalanya. Mendecak. "Mereka hanya menjual barang gaib, menarik pengguna bodoh untuk mengunduh aplikasinya dan membuka promosi, alih-alih memang menjualnya dan para calon pembeli harus berebut dalam berapa waktu saja. Begitu pun banyak manusia bodoh mengira harga memang telah dipangkas."
Membawa tehnya keluar dari bar mini rumahnya, menyesap tehnya sembari
인기 회차