Istri Super Jorok
Setelah memberi pesan-pesan pada Marni, kudekati Pak Gunawan, menyalami kedua orang yang berada di sana, Pak Satria dan Pak Budi.
"Selamat, Pak," kataku pada Pak Gunawan, beliau menyambutku hangat.
"Terimakasih, kamu datang sendiri?" Pak Gunawan mengedarkan pandangan ke sekelilingku.
"Tidak, bersama istri," sahutku.
"Kau semakin gagah saja, Anto," timpal Pak Satria, aku tau senyum itu pura-pura. Dia adalah penjilat nomor satu, yang mungkin bersyukur karena aku telah di PHK.