Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PULANG KAMPUNG
Baca
+Pustaka
Kinan

Kinan

Cepat pilih yang kau mau Kinan merengek pelan. "Pria selanjutnya pasti lebih parah "Aku tidak punya banyak waktu, cepat pilih Kinan lagi-lagi mendengus kesal, ia menarik asal foto tersebut tanpa memikirkannya terlebih dahul "Emm, oke." Noah memperlihatkan foto pria yang harus Kinan temui besok. "Darren, 29 tahun, Koki di sebuah restoran ternama
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Mereka segera turun, menunggu Angga memarkirkan kendaraannya dan segera masuk begitu pria tampan itu kembali. " Katakan apa yang ingin kau coba? " tanya Angga pada sosok pria kecil di samping Yotta. " Kak, aku mau naik itu, " jawab Yoga menunjuk sebuah wahana yang memiliki bentuk seperti roda memutar dengan banyak lampu berwarna yang menerangi. " Mmt, Bianglala? Apa kau tidak takut ketinggian? " tanya Angga pada pria kecil itu.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
Bias Cinta

Bias Cinta

“Deal!” ~~~~~~~~~~~~~ Pasin 170 yaaa 😁😁😁
10110.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

ucap Vita pada sopir saat ia duduk di kursi belakang mobil. .. Di sisi lain, Nayla yang masih duduk di mobil menatap jalanan Hong Kong yang padat. Ia lalu bertanya dengan bahasa Inggris: “Which supermarket in this area is known for having the freshest food?” Supir itu menoleh sedikit, lalu menjawab sopan, “Wan Chai Market — a market where you can buy fresh vegetables, whole chickens, and dried groceries.” (Sebuah pasar di mana Anda bisa membeli sayuran segar, ayam utuh, dan bahan makanan kering.)
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
Kau Khianati, Kunikahi Pamanmu

Kau Khianati, Kunikahi Pamanmu

Henry Lim… yang selalu dingin dan terkendali… baru saja memukul keponakannya sendiri di depan seluruh keluarga. Henry berdiri tegak dengan napas berat. Matanya menggelap penuh murka. “Jaga mulutmu,” desisnya. Tristan mengusap darah di sudut bibir sambil menatap tak percaya. “Paman memukulku… karena dia?” Henry maju lagi. Kali ini suaranya rendah, namun setiap katanya mematikan. “Aku memukulmu karena kau terus lupa satu hal.”
444 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status